Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Bantu Prancis di Mali, Jerman Tunggu Parlemen Setuju

Kamis, 31 Januari 2013, 20:38 WIB
Komentar : 0
Seorang tentara Perancis berdiri di antara dua jet tempur Mirage F1 di pangkalan udara militer Mali di Bamako, Senin (14/1). (Reuters/Joe Penney)

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Menteri pertahanan Jerman, Thomas de Maiziere pertimbangkan menawarkan bantuan mengisi bahan bakar pesawat udara Prancis di Mali. Pernyataan tersebut diucapkan de Maiziere dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh harian Bundeswehr, Kamis (31/1).

’’Kami sedang bekerja sertifikasi sistem pengisian bahan bakar yang diperlukan dan memiliki hubungan yang dekat dengan Prancis,’’ kata de Maiziere seperti dikutip dari laman www.dw.de, Kamis (31/1).

Meski demikian, untuk melakukan kebijakan tersebut dibutuhkan persetujuan parlemen Bundestag. Tapi de Maiziere optimistis parlemen Bundestag Jerman akan menyetujui langkah tersebut.

De Maiziere bahkan akan segera memberitahukan rencana dan jadwal rencana kebijakan tersebut ke Bundestag tanpa penundaan. ‘’ Saya berpikir saya siap (membantu) pada bulan Februari mendatang,’’ ucap de Maiziere. Dia juga berencana menggabungkan kebijakan tersebut dengan misi pelatihan Uni Eropa.

Rencana de Maiziere juga mendapat dukungan pihak lain. ‘’Saya menganggap itu (rencana de Maiziere ) benar dan membutuhkan sebuah mandat,’’ juru bicara kebijakan pertahanan sosial demokrat Rainer Arnold.

Arnold  menambahkan, dia percaya parlemen pada dasarnya siap untuk menyetujui mandat yang konsisten dengan kepentingan Jerman dan berdirinya Jerman.

Sebelumnya, Jerman telah menyediakan beberapa bantuan udara untuk misi Mali, dengan pesawat militer Transall C-160  untuk menawarkan bantuan logistik. Prancis baru-baru ini meminta bantuan pengisian bahan bakar untuk pesawat di Mali.

Reporter : Rr Laeny Sulistyawati
Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Reuters
965 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda