Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Merkel: Jerman takkan Lupakan Kejahatan Nazi

Minggu, 27 Januari 2013, 08:50 WIB
Komentar : 0
Michael Sohn/AP
Angela Merkel

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Rakyat Jerman memikul tanggung jawab abadi untuk tidak melupakan kejahatan Nazi dan mencegah terulangnya 'bab gelap' kejahatan Nazi. Demikian kata Kanselir Jerman, Angela Merkel, Sabtu (26/1).

Di posting jejaring pribadinya 80 tahun setelah Adolf Hitler berkuasa, Merkel mengatakan,"Tanggung jawab harus dibuat jelas dari satu generasi ke generasi lain."

Pernyataannya dikeluarkan beberapa hari sebelum peringatan pembebasan kamp konsentrasi Nazi, Auschwitch, pada 1945.

"Kami tak melupakan bab gelap sejarah. Kami selalu mengingatnya untuk membuat kami kebal. Sehingga, negara kami takkan pernah mengulanginya lagi," kata Merkel sebagaimana dilaporkan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.

Ia juga menyeru semua orang Jerman agar memastikan bahwa rasisme dan anti-semitisme tak lagi memiliki tempat di negeri tersebut.

"Kami harus tegas mengatakan dari generasi demi generasi dengan keberanian. Keberanian warga sipil untuk bangkit membela kepercayaan setiap orang,'' katanya. ''Sebab, masing-masing orang dapat memastikan bahwa tak ada lagi rasisme dan anti-Semistisme."

Redaktur : Didi Purwadi
2.307 reads
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...