Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mantan Kepala Penjara Guantanamo Dilarang Masuk Rusia

Minggu, 20 Januari 2013, 12:35 WIB
Komentar : 1
Yildiz Yazicioglu/VOA
Penjara militer di Teluk Guantanamo, Kuba.

REPUBLIKA.CO.ID, Penjara Guantanamo yang diisukan sebagai 'neraka' bagi para tahanan telah menjadi kecaman beberapa pihak. Salah satunya Rusia yang mengeluarkan larangan bagi mantan kepala penjara di Guantanamo, Admiral Jeffrey Harbeson, untuk masuk ke Rusia.

Pemerintah Rusia mengaku, larangan tersebut sebagai balasan terhadap tindakan Amerika Serikat (AS) yang dahulu pernah melarang pejabat Rusia untuk masuk ke AS.

Rusia juga beralasan larangan yang dikeluarkannya karena pejabat AS tersebut terlibat beberapa kasus pelanggaran HAM yang diduga kuat terkait perlakuan para tahanan di penjara Guantanamo saat ia menjabat.

Pernyataan larangan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Andrey Denisov, Ahad (20/1). “Kami telah melarang masuk seorang pejabat AS yang kami anggap sebagai pelanggar HAM. Pejabat itu pernah menjadi kepala penjara Guantanmo,” ungkap Denisov, seperti dikutip Reuters (20/1).

Jeffrey Harbeson adalah seorang pejabat AS yang sempat memimpin pangkalan Angkatan Laut AS di Teluk Guantanamo sebelum ia menjadi kepala penjara. Pangkalan yang dipimpinnya juga mempunyai ruang tahanan untuk menahan tersangka teroris yang ditangkap militer AS.

Saat ini, Harbeson masih menjabat di Departemen Pertahanan AS yang mengurusi hubungan dengan negara-negara Eropa, NATO, dan Rusia.

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Reuters
4.335 reads
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Sersan Minggu, 20 Januari 2013, 20:41
Bagus, awas kalau ke Indonesia, polisi harus menangkapnya. Tapi apa berani ?
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...