Sabtu, 6 Syawwal 1435 / 02 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Warga Kurdi Desak Oposisi Suriah Hentikan Serangan Pemberontak

Minggu, 20 Januari 2013, 06:18 WIB
Komentar : 0
Wikipedia
Sejumlah wilayah dengan keberadaan Suku Kurdi
Sejumlah wilayah dengan keberadaan Suku Kurdi

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Warga Kurdi Suriah mendesak oposisi menghentikan pengepungan kaum pemberontak terhadap warga sipil.

Dewan Nasional Kurdi (KNC) --satu kelompok induk partai-partai Kurdi Suriah yang pro oposisi-- mengecam serangan terhadap para warga sipil tidak bersenjata. Serangan diklaim dilakukan oleh gerilyawan di kota Ras al-Ain di Suriah utara.

KNC mengatakan Front Al-Nusra yang datang dari seberang perbatasan Turki itu menembaki kota Ras al-Ain. KNC menyerukan oposisi utara Koalisi Nasioal dan Tentara Pembebasan Suriah menekan gerilyawan Front Al-Nusra menghentikan perang yang merusak revolusi Suriah.

''Pada Sabtu, seorang pemberontak tewas dalam serangan dan bentrokan yang terjadi antara kelompok jihadis Front Al-Nusra melawan para petempur Kurdi,'' kata kelompok pemantau Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah.

Seorang penduduk Ras al-Ain mengemukakan kepada AFP bahwa kedua pihak tampaknya sedang bersiap-siap bagi satu pertempuran seru. Para petempur Kurdi membangun tempat-tempat perlindungan dan menggali parit-parit. Sementara, pemberontak mendatangkan pasukan bantuan dari seberang perbatasan itu.

Turki, yang mendukung pemberontakan terhadap pemerintah Presiden Suriah Bashar Al Assad, dihuni banyak warga minoritas Kurdi yang menuntut kemerdekaan luas. Turki menekan kelompok minoritas Kurdi itu terutama dalam serangan-serangan udara terhadap kelompok-kelompok gerilaywan Kurdi.

Para aktivis mengatakan Turki mungkin menggunakan kelompok Front Al-Nusra di Suriah untuk memerangi kelompok minoritas Kurdi yang menuntuk kemerdekaan tersebut.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara/AFP
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar