Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Gelombang Dingin Tabuk Menjalar ke Bahrain

Rabu, 16 Januari 2013, 21:00 WIB
Komentar : 0
ALWATAN
Sejumlah warga Arab Saudi mendatangi kawasan Tabuk yang berjarak 1.500 km dari Riyadh untuk menyaksikan langsung salju turun di sana.

REPUBLIKA.CO.ID, MANAMA -- Udara dingin diperkirakan masih akan menerpa wilayah Bahrain selama sepekan ini. Hal tersebut lantaran adanya gelombang dingin yang bergerak dari wilayah Tabuk.

Tabuk, wilayah padang pasir Arab Saudi, pekan lalu diguyur badai salju. Pengamat lingkungan kerajaan Bahrain mengatakan salju Tabuk telah membawa hawa dingin ke wilayah Bahrain.

Temperatur di Bahrain anjlok dalam sepekan terakhir. Suhu terendah mencapai 12 derajat celcius. Tapi, suhu terdingin tercatat minus 5 derajat celcius di Awali dan 2,4 derajat celcius di Bandara Internasional Bahrain. Itu terjadi pada 1964 menurut catatan Badan Penerbangan Sipil (CAA) Bahrain.

Kepala Unit Pembuangan Limbah pada Komisi Umum Perlindungan Sumber Daya Kelautan, Lingkungan dan kehidupan Bahrain, Rehan Ahmed, mengatakan situasi Tabuk telah berdampak pada cuaca Bahrain.

''Cuaca dingin di Bahrain diperkirakan akan terus berlanjut karena adanya sapuan gelombang dingin dari Arab Saudi,'' kata Ahmed seperti dikutip Daily Tribune. ''Cuaca membingungkan, yang membuat dampak besar di Arab Saudi, menggerakan gelombang dingin ke wilayah utara Teluk Persia.''

Bahrain, yang terletak di Teluk Persia, tidak terlepas dari dampak pergerakan gelombang dingin tersebut. Pada 2008, temperatur pernah mencapai 7 derajat celcius. Itu menjadi rekor suhu terdingin di Bahrain dalam 20 tahun terakhir.

Redaktur : Didi Purwadi
1.152 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda