Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Oposisi Suriah Rebut Pangkalan Militer Pemerintah di Idlib

Minggu, 13 Januari 2013, 00:54 WIB
Komentar : 1
 Seorang Tentara Pembebasan Suriah menembaki posisi tentara pemerintah Suriah di sebuah jalan di distrik Amariya Aleppo, Suriah, Senin (10/9).    (Manu Brabo/AP)
Seorang Tentara Pembebasan Suriah menembaki posisi tentara pemerintah Suriah di sebuah jalan di distrik Amariya Aleppo, Suriah, Senin (10/9). (Manu Brabo/AP)

REPUBLIKA.CO.ID, -- Pertempuran Pasukan oposisi pembebasan Suriah dengan militer pemerintah pro Presiden Bashar Assad kian berlangsung sengit.

Perlawanan dari pejuang oposisi dari Aliansi Mujahidin Front Islam Suriah atau yang lebih dikenal Jabhah Islamiyah Suriah berhasil merebut pangkalan udara milik militer pemerintah Suriah di kota Taftanaz, propinsi Idlib, Jumat (11/1) kemarin.

Penyerangan merebut bandara militer terbesar kedua di Suriah tersebut diawali dengan tembakan pasukan oposisi yang berhasil menjatuhkan helikopter tempur milik militer Suriah. Seluruh pilot dan copilot helikopter tersebut tewas.

Hingga saat ini sedikitnya 14 helikopter tempur berhasil direbut pasukan oposisi yang berada dalam komplek bandara. Helikopter-helikopter tersebut dalam kondisi baik dan masih bisa dipergunakan, seperti dikutip dari Ugarit News dan Nora News (12/1).

Penyerangan pihak oposisi dalam merebut bandara militer Taftanaz merupakan operasi koalisi antara beberapa kelompok oposisi. Sedikitnya ada lima kelompok yang tergabung dalam penyerangan tersebut yang kemudian menamakan diri mereka Front Islam Suriah.

Kelima kelompok yang berkoalisi tersebut adalah Jabhah Nushrah, Brigade Ahrar Asy-Syam, Jama'ah Thali'ah Islamiyah dan Harakat Al-Fajr Islamiyah. Keempat kelompok tersebut adalah kelompok pergerakan jihad Islam di luar FSA.

Satu kelompok lainnya yang ikut dalam operasi gabungan adalah Brigade Daud, sebuah kelompok dalam mujahidin Brigade Shuqur Asy-Syam FSA.

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Hazliansyah
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...