Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Fenomena Salju di Saudi Ramaikan Media Sosial

Kamis, 10 Januari 2013, 20:08 WIB
Komentar : 1
ALWATAN
Sejumlah warga Arab Saudi mendatangi kawasan Tabuk yang berjarak 1.500 km dari Riyadh untuk menyaksikan langsung salju turun di sana.
Sejumlah warga Arab Saudi mendatangi kawasan Tabuk yang berjarak 1.500 km dari Riyadh untuk menyaksikan langsung salju turun di sana.

REPUBLIKA.CO.ID, Berbagai foto yang diunggah di jejaring sosial menampilkan salju menyelimuti gurun tandus di Tabuk Arab Saudi menjadi topik perbincangan di dunia maya.

Fenomena alam yang muncul di Tabuk menjadi tempat wisata baru bagi warga setempat dan dengan berpose dan mengabadikan kejadian langka itu.

Salju turun selama sepekan terakhir pekan di wilayah Tabuk bertempat di pegunungan almond yang berjarak 160 km dari kota Tabuk. Sementara di Kota Tabuk sendiri, salju sama sekali tidak dijumpai.

Kini, para kawula muda Saudi mempunyai tempat wisata baru untuk melewatkan liburan akhir pekan mereka. Foto yang mereka unggah menggambarkan mereka seperti berada disalah satu wilayah di Eropa.

Salah seorang pengunjung, Sa'id Al-Zahrani mengaku mendapat informasi ‘salju langka’ tersebut di jejaring sosial pada Kamis (3/1) malam dari kerabatnya yang berada di Taif. Awalnya ia mengaku tak percaya tentang foto yang dilihatnya. Jadi ia memutuskan untuk datang bersama keluarganya untuk membuktikan sendiri dengan datang ke lokasi, seperti dikisahkan alwatan.com (10/1).

"Sangat disayangkan anak kami tidak ikut pergi bersama kami. Tapi akhirnya cerita salju ini benar-benar terbukti. Yang terpenting adalah kami bisa menonton turunnya salju," ungkap Zahrani.


Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...