Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

AS Tarik Pasukan, Afghanistan Terancam Perang Saudara?

Thursday, 10 January 2013, 05:48 WIB
Komentar : 3
US Departement of Defence
Tentara AL Amerika Serikat di Afghanistan
Tentara AL Amerika Serikat di Afghanistan

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL --  Anggota legislatif Afghanistan mengatakan pada Rabu, bahwa perang saudara akan terjadi jika Washington memutuskan untuk menarik semua pasukannya di negara itu setelah 2014.

Sebelumnya, Gedung Putih menyatakan sedang mempertimbangkan pilihan untuk menarik semua pasukan, meskipun salah satu pejabat tinggi militer merekomendasikan untuk tetap menempatkan tentara di Afghanistan.

"Jika Amerika Serikat menarik semua pasukannya tanpa rencana yang memadai, maka perang saudara yang terjadi pada 1990-an akan terulang kembali," kata Naeem Lalai, seorang anggota legislatif yang berasal dari provinsi tempat lahirnya Taliban, Kandahar.

"Penarikan penuh akan membuka jalan bagi Taliban untuk mengambil alih militer," kata Lalai kepada Reuters.

Saat Uni Soviet (sekarang Rusia) meninggalkan Afghanistan pada 1989 setelah satu dekade peperangan, bantuan-bantuan internasional dari negara barat yang ingin menghentikan penyebaran ideologi komunis tiba-tiba berhenti.

Yang terjadi kemudian adalah runtuhnya pemerintahan sosialis dan perang saudara. Peperangan itulah yang membuka jalan bagi Taliban merebut kekuasaan.

Saat ini, Amerika Serikat menempatkan sekitar 68.000 personil militer di negara itu dan diperkirakan akan terus berkurang menjelang 31 Desember 2014 -- tanggal berakhirnya misi yang dipimpin NATO di Afghanistan.

NATO dan negara-negara yang turut dalam misi itu sekarang sedang berpacu dengan waktu untuk melatih 350.000 penduduk lokal menjadi pasukan keamanan yang kuat.

Meskipun NATO akan mengakhiri misinya, sebagian besar pejabat teras Afghanistan mengasumsikan bahwa pasukan Amerika Serikat akan tetap tinggal.

Anggota parlemen Shukria Barekzai mengatakan jika terjadi penarikan penuh pada 2014, maka hal tersebut akan berarti bahwa Amerika Serikat "menerima kekalahan."

Di sisi lain, Taliban mengatakan bahwa kelompok tersebut masih belum memberi komentar untuk pernyataan Gedung Putih saat dihubungi Reuters pada Rabu.

"Ini masih sangat spekulatif dan kami tidak akan memberi komentar sekarang ini," kata juru bicara Taliban Zahibullah Mujahid.

Pada Sabtu, Taliban kambali menyerukan penarikan semua pasukan asing dari Afghanistan.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...