Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

5 Guru Perempuan di Pakistan Tewas Diberondong Senjata

Rabu, 02 Januari 2013, 17:07 WIB
Komentar : 0
www.123rf.com
Korban meninggal dunia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Lima guru perempuan dan dua petugas kesehatan tewas diberondong senjata sekelompok pria tak dikenal di Kota Swabi Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.

Penyerang menggunakan sepeda motor dan menghadang sebuah mobil van yang ditumpangi korban, Selasa (1/1).

Korban yang berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah dasar dan petugas medis di kinik kesehatan tengah pulang kerumah selepas berkerja.

Tiba-tiba saja di tengah jalan mereka dihadang dan ditembaki senapang mesin. Sopir mobil tersebut pun ikut terluka, seperti diberitakan stasiun televisi CBS, Rabu (2/1).

Kepolisian setempat, Fazal Malik mengisahkan kronologis aksi penembakan tersebut. Awalnya, sekelompok pria bersenjata itu menghentikan mobil yang ditumpangi korban. Mereka kemudian menurunkan paksa seorang bocah laki-laki anak dari salah seorang guru perempuan yang menjadi korban. Setelah itu, mobil diberondong dengan tembakan.

Suami salah seorang guru perempuan yang tewas, Zainul Hadi mengisahkan dirinya yang baru sampai di lokasi. "Saya bergegas menuju lokasi ketika dikabari melalui telepon. Ketika sampai di sana saya melihat mayat-mayat di dalam mobil dan anak laki-laki saya sedang duduk dengan seseorang," kisah Zainul.

Lebih lanjut, Kepala Polisi Swabi Abur Rashid menyatakan guru-guru perempuan tewas tersebut masih dalam usia belia, yaitu berumur 20 hingga 22 tahun.

Kepolisian setempat masih terus memburu pelaku. Dugaan sementara, empat orang bersenjata yang mengendarai dua sepeda motor tersebut berasal dari kelompok militan Taliban.

Hal itu sebabkan kampanye gerakan taliban yang melarang kaum perempuan memperoleh pendidikan. Selain itu, Taliban juga pernah menuding petugas kesehatan di Pakistan disusupi mata-mata AS.

Reporter : hannan putra
Redaktur : Heri Ruslan
775 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda