Saturday, 27 Syawwal 1435 / 23 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Angin Topan Bikin Warga Filipina tak Bisa Berlayar

Wednesday, 26 December 2012, 10:41 WIB
Komentar : 1
AP Photo
Fenomena angin puyuh (ilustrasi).
Fenomena angin puyuh (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Sebanyak 5.748 penumpang terjebak di selusin pelabuhan di Filipina tengah karena pengaruh angin Topan Tropis Wukong.

Penjaga pantai Filipina mengatakan hingga Rabu (26/12) pukul 07.00 pagi waktu setempat, angin topan yang oleh warga lokal disebut Quinta itu membuat para penumpang 'mati kutu'.

Kebanyakan penumpang terjebak di pelabuhan Manila, sebanyak 2.550 orang; Cebu sebanyak 939 orang; Maasin Leyte, 454 orang, dan lain-lain. Selain itu, 40 kapal dan 10 perahu motor ditambatkan di pelabuhan tersebut, sementara 1o kapal berlindung di pelabuhan lain.

Satuan Penjaga Pantai Filipina di daerah yang terpengaruh berada dalam kondisi siaga penuh dan terus memantau perkembangan, serta dampak dari gangguan cuaca. Hal itu guna memastikan kesiapan dan dengan keras melarang kapal beroperasi,

Xinhua
melaporkan Topan Tropis Wukong sedikit melemah setelah memasuki daratan di Leyte dan Filipina timur, Selasa (25/12)malam, dan kini melintasi Pulau Camotes.

"Pada Rabu pagi pusat Topan Wukong diperkirakan berada di Pulau Bantayan, Cebu," kata biro cuaca negara, PAGASA.

PAGASA memperingatkan perahu nelayan dan kapal kecil lain agar tidak melaut di sekitar Luzon dan wilayah Visayas serta Mindanao.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim(QS Ali Imran 3)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar