Selasa, 1 Rabiul Awwal 1436 / 23 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Zainuddin Maidin Cemburu pada Habibie'

Rabu, 19 Desember 2012, 07:15 WIB
Komentar : 2
Antara/Agus Bebeng
Mantan Presiden, BJ Habibie.
Mantan Presiden, BJ Habibie.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Rakyat (PKR), Saifudin Nasution Ismail menuding mantan Menteri Penerangan Malaysia, Zainuddin Maidin sebagai sosok yang memiliki tingkat keterbatasan intelektual.

Sebagai bukti, banyak isi tulisannya tentang tuduhan kepada Presiden RI ketiga, BJ Habibie tidak valid. Saifudin mencontohkan isi tulisan Zainuddin yang mengatakan Habibie melepaskan tahanan politik di awal masa pemerintahannya, hingga enggan dicalonkan lagi sebagai presiden.

Habibie, kata Saifudin, memilih mundur secara terhormat, bukan pengkhianat bangsa seperti yang ditudingkan Zainuddin.

"Zainudin tidak sepatutnya cemburu dengan Anwar Ibrahim yang mempunyai hubungan erat dengan pemimpin di Indonesia," kata Saifudin dalam opini di The Malaysian Insider, Selasa (18/12).

Sebelumnya Zainuddin menuduh Habibie adalah pengkhianat bangsa. Alasannya, saat menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto, Habibie melepaskan Timor Timur.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Irman Gusman: Nilai Pemerintahan Jokowi A Minus
AKARTA — Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman menilai pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla sudah berlangsung baik. Meski menurutnya banyak kebijakan yang diambil...