Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Yunani, Negara Terkorup di Uni Eropa

Rabu, 05 Desember 2012, 21:42 WIB
Komentar : 1
thefiscaltimes.com
Kerusuhan di Yunani akibat krisis  ekonomi di negeri itu yang berkepanjangan sejak tahun 2008
Kerusuhan di Yunani akibat krisis ekonomi di negeri itu yang berkepanjangan sejak tahun 2008

REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA – Yunani menduduki posisi teratas dalam survei negara paling korup dalam sektor publik di antara 27 negara Uni Eropa.

Di seluruh dunia, Denmark, Finlandia, dan Swedia merupakan negara dengan tingkat korupsi paling rendah.

Sementara, Afghanistan, Korea Utara, dan Somalia menjadi negara dengan tingkat korupsi paling tinggi.

Indeks Persepsi Korupsi Transparansi Internasional 2012 mengumpulkan survei di 176 negara di seluruh dunia. Dua pertiganya mendapat nilai di bawah 50, dengan nol menunjukkan sangat korup dan 100 sangat bersih. Inggris berada di peringkat 17 di dunia dengan skor 74.

Peringkat global Yunani turun dari 80 pada 2011 menjadi 94 pada 2012. Hal itu mencerminkan gejolak ekonomi dan penggelapan pajak yang meluas. Tingkat utang pemerintah yang tinggi di Yunani sebelumnya telah memicu krisis ekonomi di negara-negara Eropa.

Italia menduduki peringkat 72 di bawah pendatang baru di Uni Eropa, Rumania yang berada di urutan 66. "Pemerintah harus menggintegrasikan upaya antikorupsi di seluruh pengambilan kebijakan publik, " ujar Kepala Transparansi Internasional seperti dikutip BBC, Rabu (5/12).

Prioritas antikorupsi tersebut mencakup aturan yang lebih baik dalam negosiasi dan pembiayaan politik, anggaran publik, dan membuat kontrak proyek lebih transparan. "Dan juga harus membuat lembaga yang lebih akuntabel pada rakyat, " ujarnya.

Lembaga internasional yang mengukur tingkat korupsi tersebut percaya adanya hubungan yang kuat antara kemiskinan, konflik, dengan tingkat korupsi.



Reporter : Nur Aini
Redaktur : Chairul Akhmad
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...