Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wanita Palestina akan Dikirim ke Indonesia

Rabu, 05 Desember 2012, 08:44 WIB
Komentar : 0
AP
Kaum perempuan Palestina susah berdesak-desakan melewati pos penjagaan Israel guna shalat di Masjid Al Aqsha
Kaum perempuan Palestina susah berdesak-desakan melewati pos penjagaan Israel guna shalat di Masjid Al Aqsha

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kaum wanita di Palestina tak luput dalam daftar korban perang. Pemerintah Indoonesia pun ingin mereka dikirim ke tanah air untuk menjalani pendidikan maupun diberdayakan secara ekonomi.

 

“Dengan Palestina sudah ada program. Upaya tersebut akan terus berlangsung dengan pengiriman warga perempuan Palestina ke Indonesia,”terang Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP&PA), Linda Amalia Sari Gumelar, Selasa (4/12) malam.

Pemerintah Indonesia, diakuinya telah memiliki program untuk para perempuan Palestinamelalui hubungan government to government. Selama  acara Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Kerjasama Islam (OKI), di Ritz Carlton Jakarta pun, sudah dua kali Linda mengutarakan maksudnya pada delegasi Palestina. Program tersebut menurutnya, berupa pelatihan dengan mendidik para wanita Palestina ke Indonesia.

Menteri Urusan Wanita Palestina, Rabhihah Hamdan mengucapkan terima kasih atas bantuan Indonesia. Menurutnya, Palestina harus meghadapi beberapa hal untuk memamukan negeri khususnya pemberdayaan perempuan. "Terutama wanita sipil yang rentan konflik," ujarnya.

 

Reporter : Afriza Hanifa
Redaktur : Indah Wulandari
Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  ben Kamis, 6 Desember 2012, 14:38
Selesai belajar sebaiknya tinggal di Indonesia saja seperti para imigran Iran.
  lise Kamis, 6 Desember 2012, 08:33
saya amat sangat setuju karena dapat mengobati trauma yang mereka alami selama terjadi pertikaian dengan negara yahudi.
  ben Rabu, 5 Desember 2012, 23:58
Benar sekali program pemerintah ini. Biar mereka nanti tidak mendidik para teroris baru. Indonesia terkenal dengan negara pancasila dan suka damai.
  ayuq Rabu, 5 Desember 2012, 16:47
membantu saudara yg membutuhkan memang baik, tapi rasanya negri sendiri masih perlu bantuan kok malah lebih peka mikirin orang lain ya
  rahmawan Rabu, 5 Desember 2012, 16:42
Jgn ke indonesia deh..ntar mrk ikut2an kaya wanita disini..suka ghibah,nonton sinetron & infotainmen.

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...