Wednesday, 28 Zulhijjah 1435 / 22 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wanita Palestina akan Dikirim ke Indonesia

Wednesday, 05 December 2012, 08:44 WIB
Komentar : 1
AP
Kaum perempuan Palestina susah berdesak-desakan melewati pos penjagaan Israel guna shalat di Masjid Al Aqsha
Kaum perempuan Palestina susah berdesak-desakan melewati pos penjagaan Israel guna shalat di Masjid Al Aqsha

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kaum wanita di Palestina tak luput dalam daftar korban perang. Pemerintah Indoonesia pun ingin mereka dikirim ke tanah air untuk menjalani pendidikan maupun diberdayakan secara ekonomi.

 

“Dengan Palestina sudah ada program. Upaya tersebut akan terus berlangsung dengan pengiriman warga perempuan Palestina ke Indonesia,”terang Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP&PA), Linda Amalia Sari Gumelar, Selasa (4/12) malam.

Pemerintah Indonesia, diakuinya telah memiliki program untuk para perempuan Palestinamelalui hubungan government to government. Selama  acara Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Kerjasama Islam (OKI), di Ritz Carlton Jakarta pun, sudah dua kali Linda mengutarakan maksudnya pada delegasi Palestina. Program tersebut menurutnya, berupa pelatihan dengan mendidik para wanita Palestina ke Indonesia.

Menteri Urusan Wanita Palestina, Rabhihah Hamdan mengucapkan terima kasih atas bantuan Indonesia. Menurutnya, Palestina harus meghadapi beberapa hal untuk memamukan negeri khususnya pemberdayaan perempuan. "Terutama wanita sipil yang rentan konflik," ujarnya.

 

Reporter : Afriza Hanifa
Redaktur : Indah Wulandari
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Langgar Koalisi Tanpa Syarat, Pengamat: Jokowi Harus Ikuti Anjuran KPK dan PPATK
JAKARTA -- Joko Widodo telah mengajukan nama calon menterinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pengamat politik,...