Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Rusia Desak Korut Batalkan Peluncuran Roket

Senin, 03 Desember 2012, 17:45 WIB
Komentar : 0
David Guttenfelder/AP
Tentara Korea Utara berjaga di depan roket Unha-3 yang siap diluncurkan di Stasiun Satelit Sohae, Tongchang-ri, Korea Utara, Ahad lalu (8/4).

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia mendesak Korea Utara untuk tidak meluncurkan roket kedua pada 2012. Peluncuran itu dianggap melanggar aturan pembatasan yang diberlakukan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kami mendesak pemerintah Korea Utara untuk mempertimbangkan kembali rencana peluncuran roket," kata Menteri Luar Negeri Rusia dalam satu pernyataan.

Kantor berita Korea Utara mengumumkan keputusan peluncuran satelit luar angkasa tersebut pada Sabtu (1/12). Satelit tersebut dilaporkan akan mengalami nasib serupa dengan roket yang gagal diluncurkan pada April lalu.

Menanggapi kritik atas peluncuran roket pada April tersebut, Rusia mengatakan Pyongyang telah diperingatkan untuk mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB yang "secara jelas melarang Korea Utara untuk meluncurkan roket dengan menggunakan teknologi balistik."

Korea Utara mengatakan roket tersebut digunakan untuk meletakkan satelit ke dalam orbit demi kedamaian. Sementara itu, Rusia menyatakan Korea Utara hanya diizinkan menggunakan haknya untuk melakukan aktivitas perdamaian di luar angkasa jika Dewan Keamanan PBB mencabut aturan pembatasan tersebut.

Rusia sudah seringkali menyampaikan kritik yang seimbang terhadap kegiatan nuklir di Korea Utara dan peluncuran rudal untuk tidak melakukan penyerangan terhadap Pyongyang, yang bisa bersifat kontra produktif.

Rusia merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang menentang tindakan pelanggaran resolusi dewan. Peluncuran roket yang sudah dilakukan oleh Pyongyang menjadi perhatian warga Rusia yang tinggal di sekitar wilayah perbatasan dengan Korea Utara.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
828 reads
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda