Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah yang Terjadi Saat Makkah-Madinah Diguyur Hujan

Sabtu, 10 November 2012, 12:52 WIB
Komentar : 0
neplusa92.wordpress.com
Hujan/Ilustrasi
Hujan/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH---Menjelang musim dingin, cuaca Makkah dan Madinah mulai berubah. Bahkan, dalam dua hari ini, dua kota suci ini diguyur hujan.Pada Sabtu (10/11) pagi, udara di Makkah dan Madinah terasa sejuk karena hujan yang cukup lebat. Hujan yang turun di Madinah sendiri berlangsung sekitar satu jam.

Sebelumnya, Jumat (9/11) Madinah telah diguyur hujan di sore hari. Sekitar pukul 16.00 waktu Arab Saudi, hujan turun di Madinah dan berlangsung tak sampai setengah jam. Namun, itu pun sudah cukup untuk membuat suasana kota yang biasanya panas menyengat di sore hari langsung meredup. 

Boleh dibilang hujan yang disertai dengan angin dan petir ini adalah yang pertama terjadi di masa pelaksanaan musim haji 2012. Tak ayal, hujan yang cukup deras itu mendapat perhatian warga. 

Kendati berlangsung singkat, hujan telah membuat jalan-jalan utama menuju ke Masjid Nabawi dalam kondisi tergenang air. Hal ini karena memang tata kota Madinah tidak siap dengan saluran air lantaran hujan pun jarang terjadi. 

Sekretaris Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah Sofwan Abdul Djani membenarkan hujan ini adalah pertama yang terjadi di masa pelaksanaan haji di Madinah. Dan memang suhu di Madinah saat ini telah mengalami penurunan yang cukup signifikan. "Pada hari Jumat kisaran suhu di Madinah  sekitar 21-32 derajat Celsius," ungkap Sofwan.

Untuk para jamaah haji, Sofwan tak lupa mengimbau untuk mewaspadai perubahan cuaca ini. ''Para jamaah diminta untuk mengenakan baju penghangat atau jaket untuk menghadapi penurunan suhu ini,'' kata dia.

Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...