Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Survei: Perempuan Inggris Susah Jadi Direktur

Kamis, 08 November 2012, 07:38 WIB
Komentar : 0
Wanita Karier (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Jumlah tenaga kerja perempuan di dunia ini memang semakin banyak. Namun, perempuan dinilai masih mengalami ketidaksetaraan gender dalam mengisi posisi direksi disebuah perusahaan.

Survei gaji oleh Chartered Management Institute (CMI) di Inggris menunjukkan kaum perempuan masih mengalami diskriminasi di tempat kerja.

Kepala peneliti CMI, Ann Francke, menyebutkan perusahaan di dunia akhir-akhir ini fokus menyerap tenaga kerja perempuan. Tapi, mereka untuk ditempatkan di posisi bawah, bukan jajaran eksekutif puncak.

"Masih banyak yang perlu diperjuangkan, terutama pada upah yang sama dan porsi perwakilan perempuan diposisi puncak sebuah jajaran direksi," ujar Francke dikutip dari the Guardian, Kamis (8/11). 

Perusahaan semestinya memastikan sudahkah mereka obyektif dalam mengambil keputusan karyawannya, berdasarkan evaluasi keahlian.

Oktober lalu, Menteri Demokrasi Liberal Inggris, Jo Swinson, mengusulkan perombakan sebuah laporan tahunan sebuah perusahaan. Mereka diundang untuk mengatasi ketidaksetaraan gender.

Perusahaan harus melaporkan berapa banyak tenaga perempuan yang dipekerjakan, mulai dari kedudukan teratas hingga terbawah.

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : Hafidz Muftisany
715 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda