Tuesday, 27 Zulhijjah 1435 / 21 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Asal-Usul Narkoba Bernama Krokodil

Monday, 29 October 2012, 16:12 WIB
Komentar : 0
mediorta.com
Pecandu narkoba. Ilustrasi
Pecandu narkoba. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Krokodil adalah salah satu jenis narkoba yang sangat terkenal di Rusia dan sekitarnya. Kemunculannya terbilang baru.  Lantas apa yang melandasi sampai terciptanya obat terlarang itu?

Ide pembuatan krokodil ini muncul, karena sulitnya memperoleh heroin di negara tersebut. Heroin sangat sulit ditemukan, karena upaya serius Pemerintah Rusia untuk memerangi peredaran barang haram tersebut. Harga heroin pun semakin melambung. Dari sinilah awal mula ide dari pembuatan krokodil.

Obat ini selanjutnya dibuat secara rumahan, karena mudahnya memperoleh bahan-bahan pembuatan krokodil. Selain bahannya mudah, harga yang ditawarkan krokodil juga cukup murah daripada heroin. Cukup merogoh kocek sekitar 2 poundsterling per bungkus untuk mendapat krokodil.

Sementara itu, menurut laporan The Independent, harga heroin bisa mencapai 20-60 poundsterling per dosis. Selain itu, obat ini juga memiliki efek yang hampir sama seperti heroin.

Di Rusia sendiri peredaran obat ini sudah dimulai sejak 2010. Hingga kini, lebih dari 100 ribu orang Rusia yang kecanduan obat mengerikan ini. Pecandu obat ini juga memiliki harapan hidup tidak lebih dari setahun.

Lantas kenapa obat ini dinamakan krokodil? Nama krokodil diambil dari reptil besar buaya (crocodile dalam bahasa Inggris). Mengapa dinamakan demikian? Soalnya, kulit para pecandu yang menggunakan krokodil akan bersisik seperti buaya. 

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Dewi Mardiani
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...