Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Australia Fokuskan Kerja Sama Asia

Senin, 29 Oktober 2012, 03:04 WIB
Komentar : 0
PM Australia, Julia Gillard.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Perdana Menteri Australia, Julia Gillard mengatakan akan memperkuat hubungan kerja sama dengan negara-negara Asia. Langkah tersebut dilakukan karena melihat kemajuan drastis berbagai bidang di kawasan tersebut.

Menurut dia arah maju teknologi dan peningkatan ekonomi di Asia memaksa pemerintahannya mengevaluasi semua kebijakan yang terkait dengan kawasan. Tentu evaluasi yang dimaksud adalah dorongan untuk membuka kerja sama yang lebih fokus dan matang.

Dia menyebut hasil evaluasi itu berupa rayuan kerjasama, yang disebutnya sebagai Abad Menuju Asia. "Apapun yang dibawa abad ini, akan membawa Asia sebagai puncak kemajuan global. Asia bukan hanya tidak terbendung, melainkan sangat cepat," kata Gillard, seperti dikutip Sidney Herald Morning, Ahad (28/10).

Gillard manakar ada 25 dampak keuntungan bagi Pemerintah Australia jika berhasil mempererat hubungan dengan Asia. Semua terangkum dalam beberapa bidang, seperti kemajuan perdagangan dan ekonomi, pendidikan, budaya dan keterampilan, sekaligus keamanan dan pertahanan regional. 

Dampak tersebut taksir dia semakin kentara saat 2025 mendatang. Kerja sama dalam pendidikan menjadi bidang utama yang diharuskan. Gillard mengatakan, semua lembaga pendidikan di Benua Kanguru itu semestinya memiliki kerja sama setidaknya dengan satu lembaga pendidikan di Asia.

Kata dia komunikasi dan bahasa menjadi faktor penting untuk mendukung kerjasama antar benua tersebut. "Semua siswa diharapkan memiliki setidaknya satu akses bahasa prioritas di Asia," kata dia. Gillard memilih untuk memprioritaskan bahasa-bahasa besar di Asia, seperti Indonesia, Mandarin, dan Jepang, sebagai strategi baru pendidikan di negaranya.

Selain pendidikan tentunya persoalan keamanan regional juga menjadi bahan evaluasi kebijakan luar negeri Australia. Mengingat hubungan erat antara Canberra dan Washington membuat banyak negara di Asia gamang melihat peran Australia di Asia, seperti Cina.

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Dewi Mardiani
1.603 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...