Senin, 11 Jumadil Awwal 1436 / 02 Maret 2015
find us on : 
  Login |  Register

Badai Sandy Hantam AS

Minggu, 28 Oktober 2012, 18:24 WIB
Komentar : 0
Badai (ilustrasi)
Badai (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON  --  Badai Sandy bersiap menghantam wilayah pesisir bagian timur Amerika Serikat (AS). Dikatakan 60 juta warga yang berada di lintasan badai terancam.

Pemerintah setempat menetapkan status darurat di beberapa wilayah negara bagian. Badai juga memaksa dua kandidat presiden AS, Barack Obama dan Mitt Romney, menghentikan kampanye politiknya ke negara-negara bagian yang terancam serangan badai.

Hingga Ahad (28/10) koordinat badai tercatat berada di sekitar 330 kilometer dari Cape Hatteras di Carolina Utara. Prakiraan cuaca memprediksi badai akan mengarah ke wilayah utara dengan kecepatan 11 kilometer per jam. Sedangkan kecepatan angin tercatat 120 kilometer per jam.

Badai diperkirakan mencapai pesisir timur AS, Selasa (30/10) pekan depan. "Topan ini tidak hanya mengancam kawasan pantai, tetapi juga kawasan lainnya," kata Kepala Badan Prakiraan Cuaca AS (FEMA), Craig Fugate, seperti dilansir, Aljazirah, Ahad (28/10).

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Fernan Rahadi
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Mahkamah Agung AS Pertimbangkan Gugatan Diskriminasi Hijab
WASHINGTON DC -- Seorang perempuan Muslimah AS asal Oklahoma kini menunggu putusan Mahkamah Agung terkait gugatan diskriminasi oleh jaringan toko pakaian Abercrombie and...