Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Krisis Kemanusiaan di Kongo Makin Parah

Rabu, 24 Oktober 2012, 08:56 WIB
Komentar : 0
Siegfried Modola/Reuters
Pengungsi Kongo

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Selasa (23/10), menyatakan kondisi kemanusiaan di Republik Demokratik Kongo (DRC) kritis. Lebih dari 2,4 juta orang yang pengungsi di dalam negeri mereka serta kemiskinan dan ketidakamanan terus melanda.

Kivu Selatan adalah tempat tinggal paling banyak orang yang jadi pengungsi di Kongo, lebih dari 800 ribu pengungsi. Sementara, menurut juru bicara OCHA, Jens Laerke, seperti dilansir dari Xinhua, Rabu (24/10), Kivu Utara memiliki jumlah terbanyak pengungsi.

Ketidakamanan dalam beberapa pekan belakangan yang diakibatkan oleh satu kelompok sempalan tentara dari Angkatan Darat nasional dipandang sebagai faktor utama banyaknya pengungsian, kata Laerke.

Berbagai lembaga PBB dan organisasi non-pemerintah telah mendukung ribuan orang dengan memberi air, makanan, layanan kesehatan, perlindungan, pendidikan darurat, dan layanan bantuan lain di Kongo, terutama di bagian timur.

Namun, lanjutnya, masalah dana tetap menjadi tantangan utama bagi kegiatan pertolongan. Satu rencana aksi kemanusiaan buat DRC mengajukan permintaan bantuan sebesar 791 juta dolar AS dan baru kurang setengahnya yang diperoleh.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
838 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda