Jumat, 10 Rabiul Akhir 1436 / 30 Januari 2015
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Lafaz Syahadat pada Cincin Obama

Jumat, 12 Oktober 2012, 07:02 WIB
Komentar : 4
AFP
Barack Obama
Barack Obama

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON  --  Seorang pakar Islamologi asal AS, Mark A Gabriel, meneliti foto-foto tentang cincin milik Presiden Barack Obama yang belakangan beredar di internet. Menurut analisanya, cincin yang selalu dikenakan Obama di jari manis tangan kirinya itu benar memiliki ukiran bermotif kaligrafi lafaz syahadat.

"Saya menyimpulkan bahwa kalimat pertama syahadat terukir di cincin itu," katanya seperti dilansir laman World Net Daily (WND).

Ia menjelaskan, kaligrafi kalimat 'La Ilaha Illallah' pada cincin Obama terbagi dalam dua bagian. Di bagian atas, tertulis huruf Arab, Lam, Alif, Alif, Lam, dan Ha yang dibaca dari kanan ke kiri. Susunan huruf tersebut membentuk frasa 'La Ilaha' yang artinya 'Tidak Ada Tuhan'.

Lalu pada bagian bawah, terukir huruf Alif, Lam, Alif, Alif, Lam, Lam dan Ha. Susunan huruf-huruf tersebut membentuk frasa 'Illa Allah' yang bermakna 'Selain Allah'. Jika kedua bagian tersebut dibaca bersambung maka akan terbentuk kalimat 'La Ilaha Illallah' yang bermakna 'Tiada Tuhan Selain Allah'.

"Adalah suatu hal yang lumrah dalam seni Islam dan kaligrafi Arab untuk menuliskan pesan-pesan Alquran dalam perhiasan. Huruf-huruf tersebut juga biasa dibuat tumpang tindih agar pas dengan ruang yang ada," ujar Gabriel.



Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Fernan Rahadi
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar