Rabu, 1 Zulqaidah 1435 / 27 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran akan Buat Kapal Selam Bertenaga Nuklir

Rabu, 03 Oktober 2012, 16:19 WIB
Komentar : 0
Kapal Selam Iran
Kapal Selam Iran

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran mulai jengah dengan mandeknya negosiasi nuklir dengan kelompok P5+1. Jika perundingan tersebut masih jalan di tempat hingga tahun depan, Iran mengancam akan melanjutkan program pengayaan uraniumnya hingga ke level 60 persen kemurnian.

Wakil Ketua Parlemen Iran Bidang Kebijakan Luar Negeri, Mansour Haqiqatpour mengatakan, pengayaan uranium hingga level 60 persen itu ditujukan untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir.

"Jika perundingan dengan kelompok P5+1 (AS, Inggris, Prancis, Cina, Rusia, dan Jerman) gagal, generasi muda Iran akan menguasai teknologi pengayaan uranium hingga 60 persen kemurnian. Uranium dengan tingkat kemurnian itu akan digunakan untuk bahan bakar kapal selam dan kapal induk Iran," kata dia seperti dilansir Press TV, Rabu (3/10).

Ia menambahkan, Iran tidak akan mengikuti ritme permainan dunia Barat yang ingin menghentikan dan memperlambat program nuklirnya.

"Mereka tidak boleh berpikir bahwa kami akan tetap tenang di tengah ancaman, sanksi dan tekanan," tandasnya.

Sejauh ini, hanya negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki kapal selam bertenaga nuklir. Lima negara yang telah memiliki kapal selam jenis ini adalah Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis dan Cina.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak komunitas internasional untuk menentukan 'garis merah' atas program nuklir Iran.

Ia mengusulkan, garis merah pengayaan nuklir Iran adalah di level 20 persen kemurnian. Menurut Netanyahu, level itu adalah batas maksimal pengayaan uranium untuk tujuan damai.

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Hazliansyah
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
ANAS: Syiah Bentuk Penodaan Terhadap Islam
JAKARTA -- Aliansi Nasional Anti-Syiah (ANAS) mendatangai MUI pagi tadi (26/8). Ketua Harian ANAS, Athian Ali mengatakan tujuannya datang untuk mendesak MUI agar...