Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Direktur advokasi Council on American-Islamic Relations (CAIR) Cyrus McGoldrick, berusaha untuk berbicara dengan seorang wanita di depan sebuah poster anti-Islam yang dipasang di stasiun kereta bawah tanah Times Square di New York, Senin (24/9). (Brendan

  • Direktur advokasi Council on American-Islamic Relations (CAIR) Cyrus McGoldrick, berbicara dengan seorang wanita di depan sebuah poster anti-Islam yang dipasang di stasiun kereta bawah tanah Times Square di New York, Senin (24/9). (Brendan McDermid/Reuter

  • Direktur advokasi Council on American-Islamic Relations (CAIR) Cyrus McGoldrick, memotret dengan ponsel sebuah poster anti-Islam yang dipasang di stasiun kereta bawah tanah Times Square, New York, Senin (24/9). (Bebeto Matthews/AP)

  • Direktur advokasi Council on American-Islamic Relations (CAIR) Cyrus McGoldrick, berdiri di depan sebuah poster anti-Islam yang dipasang di stasiun kereta bawah tanah Times Square, New York, Senin (24/9). (Bebeto Matthews/AP)

  • Seorang penumpang berjalan melewati sebuah poster anti-Islam yang dipasang di stasiun kereta bawah tanah Times Square, New York, Senin (24/9). (Bebeto Matthews/AP)

In Picture: Setelah Film, Kini Muncul Poster Anti Islam di New York

Selasa, 25 September 2012, 13:29 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,Sebuah poster iklan yang bernada kebencian terhadap agama Islam telah dipasang di 10 stasiun kereta bawah tanah di kota New York, Senin (24/9). Iklan disponsori oleh sebuah gerakan pro-Israel American Freedom Defense Initiative.

Pihak pengelola kereta bawah tanah Metropolitan Transit Authority telah menolak pemasangan iklan tersebut dengan alasan melanggar kebijakan perusahaan. Namun dalam keputusan sidang, seorang hakim federal memerintahkan MTA untuk mengizinkan pemasangan poster dengan alasan perlindungan terhadap hak kebebasan berpendapat.

Redaktur : Mohamad Amin Madani
6.857 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda