Sunday, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Afghanistan Peringatkan Pakistan

Friday, 21 September 2012, 19:35 WIB
Komentar : 1
Afghanistan-Pakistan
Afghanistan-Pakistan

REPUBLIKA.CO.ID, PBB - Menteri luar negeri Afghanistan memperingatkan di Dewan Keamanan PBB, Kamis (21/9) hubungan negaranya dengan Pakistan akan terancam akibat serangan Pakistan di perbatasan kedua negara yang menewaskan puluhan warga Afghanistan. 

Afghanistan selama beberapa bulan menyebut tentara Pakistan menembakkan ratusan peluru roket ke dua provinsi timur Kunar dan Nuristan, menargetkan pangkalan-pangkalan gerilyawan tetapi juga memaksa penduduk desa meninggalkan rumah-rumah mereka.

"Jika gagal menghentikan serangan-serangan seperti itu akan beresiko menimbulkan bahaya bagi hubungan bilateral Afghanistan-Pakistan, dengan kemungkinan konsekuensi-konsekuensi negatif bagi kerja sama bilateral bagi perdamaian, keamanan dan pembangunan ekonomi di kedua negara kami dan kawasan lebih luas," kata Menlu Afghanistan Zalmai Rassoul.

Afghanistan mengirim pasukan tambahan dan artileri jarak jauh ke perbatasan dengan Pakistan sementara ketegangan-ketegangan meningkat akibat serangan itu. "Kami mengulangi seruan kami bagi penghentian segera dan penuh aksi-aksi ini, yang telah menelan korban jiwa belasan warga Afghanistan, sebagian besar sipil, sementara menimbulkan banyak warga yang cedera," kata Rassoul.

Pakistan berulang-ulang menuduh Afghanistan menampung para gerilyawan di dalam perbatasan Afghanistan terutama di provinsi Kunar, yang menyebabkan Pakistan rawan bagi kontra-serangan ketika mereka mengejar gerilyawan dari daerah-daerah suku Pashtun.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...