Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Umat Islam Diimbau tak Terprovokasi Kartun Muhammad

Kamis, 20 September 2012, 14:49 WIB
Komentar : 14
algerie360.com
Surat Kabar Charlie Hebdo
Surat Kabar Charlie Hebdo

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT  --  Para pemimpin Muslim dan Arab  menyebut kartun Nabi Muhammad SAW di halaman muka majalah Prancis, Charlie Hebdo, sebagai penghinaan lain terhadap Islam. Meskipun demikian mereka meminta umat Islam tidak terpancing untuk melakukan tindakan kekerasan dan melakukan protes secara damai.

Dalam kartun tersebut digambarkan seorang Yahudi Ortodoks mendorong sosok berkorban yang duduk di kursi roda yang digambarkan sebagai Muhammad. Beberapa karikatur lagi terlihat di halaman dalam, beberapa di antaranya Rasulullah digambarkan tanpa busana.

Liga Arab menyebut kartun tersebut provokatif dan keterlaluan. Dalam pernyataannya, mereka menyatakan penerbitan kartun tersebut tersebut bisa meningkatkan gejolak di dunia Arab yang tengah berlangsung akibat munculnya film anti-Islam 'Innocence of Muslims'. 

Namun organisasi itu mengimbau umat Islam yang merasa tersinggung karena kartun tersebut agar menggunakan cara-cara yang damai untuk mengekspreksikan penolakan mereka.

Sementara itu pejabat kepala Partai Kebebasan dan Keadilan, Essam Erian, meminta pengadilan Prancis harus tegas menangani kasus tersebut. Menurut partai yang memiliki ikatan kuat dengan Ikhwanul Muslimin, organisasi politik terbesar di Mesir tersebut, pemuatan kartun Muhammad merupakan penghinaan yang melukai banyak orang. 

"Jika kasus Kate (istri pangeran William yang gambar telanjangnya dimuat di majalah tersebut) adalah masalah privasi, maka kartun tersebut adalah penghinaan terhadap semua orang. Sudah seharusnya kepercayaan orang lain harus dihormati," katanya.

Reporter : Fernan Rahadi
Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : AP/The Washington Post
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  shidik Rabu, 26 September 2012, 22:39
kenapa setiap umat islam yg minoritas di negara lain itu sering di diskriminasi tetapi jika orang kristen minoritas di negara islam tu adem ayem.... maka jangan sampai puncak kemarahan umat islam terjadi maka konflik pun tak teralakan lagi....
  yoga Senin, 24 September 2012, 11:44
islam itu indah, kristen itu kasih, hindu itu cinta dan budha adlah damai. hiduplah dengan rukun dengan semua agama. Betapa Indahnya dunia ini
  Roman Minggu, 23 September 2012, 06:49
Mereka iri karena agamanya tidak jelas, karena Tuhan digantung jadi mereka iri melihat agama yg rahmat utk seluruh alam dan tidak ada kata menghina dan membenci...karena agama urusan masing-2 individu, tapi menghina tidak dibenarkan oleh manusia normal...
  herman Jumat, 21 September 2012, 10:22
Sedih memang. Selama tidak ada persatuan ummat, maka kita akan terus mengalami pelecehan, penghinaan, penangkapan para ulama,etc. Tiada jalan selain kembali kepada persatuan Islam di seluruh dunia.
  okke Kamis, 20 September 2012, 15:58
atas nama kebebasan mereka menebar kebencian ............program deradikalisasi hanya omong kosong jika mereka trs memancing kemarahan umat islam