Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Astaghfirullah, Majalah Prancis Terbitkan Kartun Rasul Tanpa Busana

Rabu, 19 September 2012, 20:56 WIB
Komentar : 9
AP
 Seorang polisi Prancis berdiri di depan kantor pusat Majalah Charlie Hebdo.
Seorang polisi Prancis berdiri di depan kantor pusat Majalah Charlie Hebdo.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Majalah Prancis, Charlie Hebdo akhirnya benar-benar menjalankan rencana mereka memasang gambar kartun Nabi Muhammad pada edisi Rabu, (19/9).

Selain menggambarkan Nabi Muhammad di sampul, majalah tersebut juga memasang gambar kartun nabi Muhammad dalam keadaan tanpa busana di dalam halaman. 

Dalam sampul majalah tersebut nampak seorang Yahudi Ortodoks tengah mendorong pria bersorban yang didefinisikan sebagai Muhammad dari kursi roda. Sementara itu, di halaman dalam majalah nampak beberapa karikatur Nabi dalam keadaan tanpa busana.

Di halaman dalam majalah tersebut terpampang kartun berjudul ''Mohammad: bintang ini lahir''. Beliau digambarkan sebagai sosok berjenggot, sedang jongkok dan terlihat bokong serta alat kelaminnya. Sementara anusnya ditutupi dengan bintang.

Kartun lainnya menggambarkan Muhammad berjanggut dan topless yang terinspirasi dari foto topless Kate Middleton. Gambar tersebut diberi judul: ''Kerusuhan di negara-negara Arab setelah foto Muhammad diterbitkan''.

Seperti diketahui, Prancis adalah negara dengan populasi umat muslim terbanyak di Eropa. Dengan adanya rencana ini, tentunya akan memicu ketegangan. Apalagi saat ini, dunia sedang menghadapi gelombang protes atas peluncuran film ''Innocence of Muslims''.

Ini bukan pertama kalinya majalah ''Charlie Hebdo'' memasang gambar Nabi Muhammad SAW. Pada 2011, kantor majalah itu pernah dibom karena menerbitkan gambar Nabii Muhammad sebagai sampul majalah.

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Reuters
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  agus Senin, 22 Oktober 2012, 09:25
SUDAH SEPATUT PEMRED MAJALAH ITU DISERET DIMEJA HUKUM!
  burhan Jumat, 21 September 2012, 21:59
hukuman mati lebih tepat diberikan kpd mereka yang membuat film anti Islam semacam innocence of Islam dan pembuat kartun Nabi Muhammad yang penuh dengan kebohongan dan merusak citra Islam dimata dunia.mereka adalah dajjal dajjal yang harus ditumpas sampai mati.
  rachmanto Jumat, 21 September 2012, 10:05
sekarang dah tahukan..siapa yang sebenarnya teroris itu.....
  Ary Kamis, 20 September 2012, 08:39
Astaghfirullahaladzim, bagaimana jika nabi mereka diperlakukan seperti yg mereka lakukan terhadap Nabi MUHAMMAD. SAW, atau aku curiga mungkin mereka tak punya agama.