Minggu, 16 Rajab 1434 / 26 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

PM Pakistan Perintahkan Blokir YouTube

Selasa, 18 September 2012, 09:00 WIB
Komentar : 0
timesofpakistan.pk
Raja Pervez Ashraf, PM Pakistan
Raja Pervez Ashraf, PM Pakistan

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD - Perdana Menteri Pakistan Raja Pervez Ashraf Senin memerintahkan pihak berwenang untuk segera memblokir layanan YouTube berkaitan penyiaran film anti-Islam "Innocence of Muslim", kata kantor PM.

Perintah tersebut telah diberikan setelah YouTube menolak mengindahkan nasihat pemerintah Pakistan untuk menghapus film yang menghujat Nabi Muhammad SAW dan Islam dari situsnya, kata pernyataan kantor PM.

Perdana menteri mengatakan bahwa materi hujatan terhadap Islam tidak akan ditoleransi dan layanan YouTube akan tetap ditangguhkan sampai penghapusan bahan hujatan tersebut, katanya

"Perdana Menteri Raja Pervez Ashraf telah mengetahui film menghujat itu tersedia di YouTube dan telah mengeluarkan instruksi ketat untuk Departemen Teknologi Informasi untuk memblokir layanan YouTube dengan segera," kata pernyataan itu seperti dikutip kantor berita Xinhua.

Protes unjuk rasa terhadap film berlanjut di Pakistan (18/9) pada Senin dan satu orang tewas dalam tembakan polisi di Kabupaten Dir baratlaut. Para demonstran membakar bendera AS dan patung Presiden Barack Obama di beberapa tempat.

Aksi unjuk rasa menyatakan kemarahan umat Muslim seluruh dunia terhadap kedutaan besar Amerika Serikat juga terjadi di Indonesia. Umat Islam menyatakan semua bentuk penghujatan dan pelecehan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW tidak bisa diterima.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara, Xinhua
1.166 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Cukup 90 Hari, Cina Bangun Tower Tertinggi di Dunia
CHANGSA--Rencana perusahaan Cina, Broad untuk membuat gedung tertinggi di dunia dalam waktu tiga bulan saja bukanlah isapan jempol belaka. Rencana itu...