Sabtu, 27 Syawwal 1435 / 23 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Serang Iran = Perang Irak + Afghanistan?

Selasa, 18 September 2012, 07:30 WIB
Komentar : 2
Cordesman
Skema serangan AS terhadap lima fasilitas nuklir Iran.
Skema serangan AS terhadap lima fasilitas nuklir Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat harus berpikir seribu kali untuk melancarkan serangan militer ke Iran. Berdasarkan laporan terbaru, serangan ke negeri para Mullah itu akan lebih mahal dibanding total Perang Irak dan Afghanistan.

"Melihat besarnya populasi Iran, dan kuatnya nasionalisme warga Iran, kami memperkirakan bahwa pendudukan terhadap Iran membutuhkan komitmen sumber daya dan personel lebih besar dari jumlah yang telah dihabiskan AS selama 10 tahun terakhir di Iraq dan Afghanistan," demikian laporan tim ahli AS seperti yang didapatkan AP dan dilansir Press TV, Selasa (18/9).

Laporan tersebut disusun oleh 30 mantan diplomat AS, pakar pertahanan nasional dan pensiunan pejabat-pejabat tinggi militer. Di antara nama-nama penyusun laporan tersebut adalah mantan penasihat pertahanan kepresidenan di masa George W Bush, Brent Scowcroft; mantan deputi departemen luar negeri Richard Armitage; dan dua mantan panglima militer AS, Jenderal Anthony Zinni dan Laksamana William J Fallon.

"Laporan ini ditujukan untuk memberikan informasi. Kami berharap dapat memberi pengaruh, tapi semua kembali kepada para pengambil keputusan untuk menyimpulkan," kata mantan duta besar AS untuk PBB Thomas Pickering yang juga termasuk dalam tim penyusun. 

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Press TV
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar