Minggu, 2 Muharram 1436 / 26 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Penengah Internasional Temui Bashar Al Assad

Minggu, 16 September 2012, 08:38 WIB
Komentar : -1
Reuters
Lakhdar Brahimi
Lakhdar Brahimi

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT - Penengah internasional, Lakhdar Brahimi, mengatakan konflik yang meningkat di Suriah menimbulkan ancaman global. Brahimi menyatakan hal tersebut setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, Sabtu (15/9).

Para pegiat menyatakan 27.000 orang telah tewas dalam kerusuhan 18 bulan untuk menentang Bashar. Pada Sabtu larut malam, sebanyak 20 mayat --termasuk satu mayat perempuan-- ditemukan oleh warga di satu kabupaten di Damaskus. Ibu Kota Suriah itu telah dikuasai oleh tentara Bashar.

"Krisis ini memburuk dan menimbulkan bahaya bagi rakyat Suriah, bagi wilayah ini, dan bagi seluruh dunia," kata Brahimi kepada wartawan di Damaskus setelah pembicaraan dengan Bashar selama satu jam di istana presiden.

Itu adalah pertemuan pertama diplomat kawakan Aljazair tersebut dengan Presiden Suriah sejak ia menggantikan Kofi Annan sebagai penengah dua pekan sebelumnya. Ia mengemban misi yang ia gambarkan sebagai "nyaris tak mungkin".

 

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara/Reuters
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Doyan Minum Soda Tampak Lebih Tua?
SAN FRANSISCO -- Sebuah studi menemukan minuman bersoda dapat membuat sel-sel tertentu dalam tubuh menua lebih cepat. Peneliti University of California, San Fransisco menyimpulkan...