Tuesday, 3 Safar 1436 / 25 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pembuat Film Anti-Islam Ditangkap Polisi

Saturday, 15 September 2012, 18:51 WIB
Komentar : 30
article.wn.com
Film anti-Islam yang memantik kemarahan Muslim dunia
Film anti-Islam yang memantik kemarahan Muslim dunia

REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON -- Pembuat film anti-Islam, Sam Bacile alias Nakoula Basseley Nakoula , digelandang ke kantor kepolisian, Sabtu (15/9). Sutradara sekaligus produser The Innocence of Muslims ini dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh polisi.

Laporan media lokal NBC News menyebutkan, Bacile dijemput sejumlah petugas di rumahnya di Cerritos, California, dini hari waktu setempat. Saat ditangkap, ia mengenakan mantel, topi, syal dan kacamata.

Pejabat kepolisian setempat menyatakan, Bacile akan menjalani sejumlah pemeriksaan terkait film buatannya yang telah memicu aksi protes dan kemarahan umat Muslim di berbagai penjuru dunia. Ia mengatakan, Bacile tidak melakukan perlawanan saat dijemput petugas.

"Ia setuju untuk menjalani pemeriksaan secara sukarela," kata sumber yang enggan disebut namanya itu seperti dilansir AFP.

Bukan kali ini saja Bacile berurusan dengan hukum. Pada 2009 lalu, ia terbukti bersalah dalam konspirasi penipuan bank. Ia juga pernah dipenjara selama satu tahun atas kepemilikan atas kepemilikan obat terlarang pada 2007.

Bacile dibebaskan secara bersyarat atas kasus penipuan bank pada Juni tahun lalu. Salah satu syarat kebebasannya adalah ia dilarang menngakses komputer dan internet selama lima tahun. Namun, pembuatan film Innocence of Muslims diyakini dimulai hanya beberapa pekan setelah ia menjalani masa bebas bersyarat itu.

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Heri Ruslan
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Baru 10 Persen Tergarap, Wisata Lombok Masih Kalah Dari Bali
JAKARTA -- Lombok memang sudah menjadi destinasi wisata tersohor di Indonesia. Akan tetapi Lombok masih kalah tenar dengan tempat wisata yang ada di...