Sabtu, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dubes AS Tewas, Libya Tangkap 4 Demonstran

Sabtu, 15 September 2012, 06:15 WIB
Komentar : 2
Reuters/Esam Al-Fetori
Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Benghazi, Libya, terbakar saat sekelompok demonstran menggelar aksi memprotes film yang diproduksi di Amerika Serikat pada 11 September.
Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Benghazi, Libya, terbakar saat sekelompok demonstran menggelar aksi memprotes film yang diproduksi di Amerika Serikat pada 11 September.

REPUBLIKA.CO.ID,  Para pejabat Libya mengatakan 4 orang telah ditangkap sehubungan dengan serangan maut pekan ini terhadap konsulat Amerika di Benghazi, sementara pihak berwenang bersiap-siap menghadapi demonstrasi kekerasan lagi di seluruh Timur Tengah menentang film anti-Islam yang diproduksi di Amerika Serikat.

Pihak berwenang di Libya tidak memberi keterangan mengenai orang-orang yang ditangkap atas serangan hari Selasa yang menewaskan Dutabesar Amerika Christopher Stevens dan 3 orang staffnya. Badan-badan intelijens Amerika sedang memeriksa keterlibatan militan pro-al Qaida. Tetapi, mereka mengatakan mereka tidak mempunyai bukti yang kuat.

Sementara itu, 4 demonstran tewas ketika massa yang memrotes film anti-Islam menyerbu ke pekarangan Kedutaan Amerika di Yaman hari Kamis.

Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi segera mengutuk kekerasan itu dan berjanji untuk melindungi warga Amerika di Yaman. Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Barack Obama menelpon Hadi untuk menyampaikan terima kasih kepadanya atas tindakannya yang cepat.

Demonstran juga berpawai di Kairo, Teheran, Baghdad dan Dhaka, meneriakkan penolakan terhadap Israel dan membakar bendera Amerika.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengutuk film amatir yang dibuat di Amerika itu yang memperolokkan Nabi Muhammad Islam. Dia menyebutnya “menjijikkan” dan “tercela.” Presiden Mesir Mohamed Morsi juga mengutuk film dan kekerasan itu hari Kamis. Ia berjanji akan melindungi orang asing di Mesir.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : voanews.com
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...