Sabtu, 15 September 2012, 06:15 WIB

Dubes AS Tewas, Libya Tangkap 4 Demonstran

Red: Heri Ruslan
Reuters/Esam Al-Fetori
Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Benghazi, Libya, terbakar saat sekelompok demonstran menggelar aksi memprotes film yang diproduksi di Amerika Serikat pada 11 September.
Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Benghazi, Libya, terbakar saat sekelompok demonstran menggelar aksi memprotes film yang diproduksi di Amerika Serikat pada 11 September.

REPUBLIKA.CO.ID,  Para pejabat Libya mengatakan 4 orang telah ditangkap sehubungan dengan serangan maut pekan ini terhadap konsulat Amerika di Benghazi, sementara pihak berwenang bersiap-siap menghadapi demonstrasi kekerasan lagi di seluruh Timur Tengah menentang film anti-Islam yang diproduksi di Amerika Serikat.

Pihak berwenang di Libya tidak memberi keterangan mengenai orang-orang yang ditangkap atas serangan hari Selasa yang menewaskan Dutabesar Amerika Christopher Stevens dan 3 orang staffnya. Badan-badan intelijens Amerika sedang memeriksa keterlibatan militan pro-al Qaida. Tetapi, mereka mengatakan mereka tidak mempunyai bukti yang kuat.

Sementara itu, 4 demonstran tewas ketika massa yang memrotes film anti-Islam menyerbu ke pekarangan Kedutaan Amerika di Yaman hari Kamis.

Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi segera mengutuk kekerasan itu dan berjanji untuk melindungi warga Amerika di Yaman. Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Barack Obama menelpon Hadi untuk menyampaikan terima kasih kepadanya atas tindakannya yang cepat.

Demonstran juga berpawai di Kairo, Teheran, Baghdad dan Dhaka, meneriakkan penolakan terhadap Israel dan membakar bendera Amerika.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengutuk film amatir yang dibuat di Amerika itu yang memperolokkan Nabi Muhammad Islam. Dia menyebutnya “menjijikkan” dan “tercela.” Presiden Mesir Mohamed Morsi juga mengutuk film dan kekerasan itu hari Kamis. Ia berjanji akan melindungi orang asing di Mesir.

Sumber : voanews.com