Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tarik Jilbab, Pria Turki Terima Hukuman Ini

Sabtu, 15 September 2012, 06:16 WIB
Komentar : 1
Muslim Turki  (ilustrasi)
Muslim Turki (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah pengadilan di Turki untuk pertama kalinya menjebloskan seorang dosen atas tuduhan menarik jilbab seorang mahasiswi.

IRNA melaporkan, dosen itu divonis penjara dua tahun satu bulan penjara. Tidak hanya itu, pihak pengadilan juga menolak pengajuan pembayaran denda dan penangguhan pelaksanaan hukuman.

Putusan pengadilan itu dinilai banyak pihak sangat mengejutkan dan fenomenal dalam sejarah negara ini.

Koran Turki Milliyet melaporkan, Fatma Nur Gidal, mahasiswi matematika Universitas Ege, menggugat salah satu dosennya, profesor Esat Rennan Pekünlü karena telah menarik jilbabnya dan memotret para mahasiswi berjilbab untuk menyusun para mahasiswi yang mengenakan jilbab dan menghalangi mereka memasuki ruang kelas.

Pengadilan mendakwa Pekünlü telah secara sengaja dan berulangkali melanggar hak-hak para mahasiswi putri. 

 

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : IRIB/IRNA
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...