Tuesday, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pohon Cemara 'Ajaib' di Jepang Dilestarikan

Friday, 14 September 2012, 02:02 WIB
Komentar : 1
AFP
Pohon cemara ini dulunya bagian dari sebuah hutan yang lebat
Pohon cemara ini dulunya bagian dari sebuah hutan yang lebat

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam peristiwa gelombang tsunami yang terjadi pada 2011 kemarin di Jepang ternyata menyisakan cerita menarik. Tsunami dahsyat yang menerjang hutan dengan sekitar 70 ribu pohon, yang di dalamnya ada pohon cemara telah ditebang. Hal itu dilakukan dalam rangka pelestarian pohon 'ajaib' tersebut.

Pohon yang berada di pesisir Rikuzentakata itu, dilaporkan akan dipotong-potong. Tidak hanya itu akan diberikan semacam treatment sebelum nantinya dipasang kembali.

Uniknya dalam proses tersebut dilakukan upacara Shinto. Di mana tempat itu dulunya merupakan bagian dari hutan pesisir yang lebat.

Sebagai bagian dari proses bernilai 1,9 juta dolar itu, pohon setinggi 27 meter tersebut akan dibagi menjadi sembilan bagian, yang kemudian dilubangi dan diberi treatment supaya tidak lapuk.

Pohon itu kemudian akan dipasang kembali menggunakan sebuah carbon spine dan dikembalikan ke tempatnya sebagai simbol rekonstruksi pasca tsunami.

Menurut pihak berwenang, penebangan pohon itu mungkin makan waktu dua hari atau lebih, dan seluruh proses pelestarian akan selesai sebelum Februari.

Sebuah halaman Facebook diluncurkan tahun ini untuk mengumpulkan dana yang diperlukan bagi biaya pelestarian pohon cemara itu.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : www.radioaustralia.net.au
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar