Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dubes Terbunuh, AS Kirim Kapal Perang ke Libya

Thursday, 13 September 2012, 20:58 WIB
Komentar : 1
Kapal Perang AS
Kapal Perang AS

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Insiden terbunuhnya duta besar Amerika Serikat (AS) di Libya berbuntut panjang. Angkatan Laut AS mengirimkan dua kapal perangnya ke perairan Libya pasca-insiden yang juga menewaskan tiga staf konsulat AS di Benghazi, Libya itu.

Sumber di pemerintah AS mengatakan, dua kapal perang yang dikirim adalah USS Laboon dan USS McFaul. Seperti dilansir Press TV, Kamis (13/9), kapal-kapal itu adalah jenis kapal perusak rudal dengan sekitar 50 unit marinir.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS, George Little, mengatakan pengerahan militer itu merupakan langkah pencegahan. Dalam kondisi seperti saat ini, ia mengeklaim langkah tersebut merupakan langkah yang logis dan tepat.

Pada Senin (11/9) lalu, Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens dan tiga staf diplomatnya tewas dalam aksi protes menentang film anti-Islam yang berakhir ricuh. Pasca-insiden itu, Washington langsung mengevakuasi sebagian besar diplomatnya di Libya ke Jerman.

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Dewi Mardiani
Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ratusan WNI Gabung ISIS, BNPT Sulit Lakukan Pendataan, Mengapa?
JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) memperkirakan ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak. Namun...