Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dubes Terbunuh, AS Kirim Kapal Perang ke Libya

Kamis, 13 September 2012, 20:58 WIB
Komentar : 1
Kapal Perang AS
Kapal Perang AS

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Insiden terbunuhnya duta besar Amerika Serikat (AS) di Libya berbuntut panjang. Angkatan Laut AS mengirimkan dua kapal perangnya ke perairan Libya pasca-insiden yang juga menewaskan tiga staf konsulat AS di Benghazi, Libya itu.

Sumber di pemerintah AS mengatakan, dua kapal perang yang dikirim adalah USS Laboon dan USS McFaul. Seperti dilansir Press TV, Kamis (13/9), kapal-kapal itu adalah jenis kapal perusak rudal dengan sekitar 50 unit marinir.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS, George Little, mengatakan pengerahan militer itu merupakan langkah pencegahan. Dalam kondisi seperti saat ini, ia mengeklaim langkah tersebut merupakan langkah yang logis dan tepat.

Pada Senin (11/9) lalu, Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens dan tiga staf diplomatnya tewas dalam aksi protes menentang film anti-Islam yang berakhir ricuh. Pasca-insiden itu, Washington langsung mengevakuasi sebagian besar diplomatnya di Libya ke Jerman.

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Dewi Mardiani
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...