Senin, 2 Safar 1436 / 24 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Astagfirullah, Terry Jones Ingin Adili Rasulullah

Rabu, 12 September 2012, 10:08 WIB
Komentar : 75
www.suara-islam.com
Terry Jones
Terry Jones

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Pastur kontroversial, Terry Jones ikut berkoar-koar dalam peringatan serangan 'teroris' ke Gedung WTC pada 11 September kemarin. Pastur asal Kota Gainsville, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat itu berencana menggelar sidang untuk Nabi Muhammad SAW. Terry Jones menuding Rasulullah melakukan kejahatan kemanusiaan dan berada di balik serangan 11 September.

Sidang yang Terry Jones gelar bukan sidang seperti di pengadilan. Dalam pengadilan bentukannya, ia bertindak sebagai hakim, sementara Rasulullah SAW sebagai terdakwa. Aneh bin ajaibnya, Terry Jones mengaku akan memberikan beberapa pertanyaan kepada Nabi Muhammad SAW terkait serangan ke gedung kembar. Jika terbukti bersalah, kata Terry Jones, Rasulullah SAW akan di eksekusi.

El Bashyer
melansir beberapa media massa mendapat surat elektronik alias email dari Terry John. Dalam email itu Terry Jones mengutarakan maksudnya yang ingin mengadili Rasulullah SAW. Pastur yang pernah membakar Alquran itu juga menjabarkan pertanyaan-pertanyaan yang ingin dia ajukan kepada Rasulullah. Tak sedikit media massa yang heran dan menyebut Terry Jones sebagai orang gila.

Tak ayal, kabar itu menuai kecaman. Umat Islam lewat forum internasional banyak yang bertanya mengapa Terry Jones tidak ditindak. Pastur berkumis tebal itu bahkan tidak diadili dengan tuduhan menghina Islam.

Umat muslim menilai tindakan Terry Jones yang ingin mengadili Nabi Muhammad SAW sudah di luar batas toleransi. Ia dinilai berani terus menerus menghina Islam karena aparat berwenang mendiamkannya.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : El Bashyer/huffingtonpost.com
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Keren, Ada Aplikasi untuk Mengatur Usaha Kecil Anda
NEW YORK -- Baru-baru ini, jaringan kedai kopi Starbucks mengklaim unggul dalam pembayaran lewat aplikasi ponsel dengan 7 juta transaksi seminggu. Tetapi UKM...