Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Obama Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

Friday, 07 September 2012, 06:46 WIB
Komentar : 9
AP
Presiden AS Barack Obama
Presiden AS Barack Obama

REPUBLIKA.CO.ID, Presiden AS Barack Obama mengakui secara resmi Baitul Maqdis atau Yerusalem sebagai ibu kota Rezim Zionis Israel dan menetapkannya sebagai agenda kerja partainya. Hal ini dilakukan Obama demi meraih dukungan dari Lobi Zionis, khususnya mendekati pilpres di negara ini.

 

Menurut laporan Mehrnews mengutip Associated Press (AP) setelah muncul berbagai kritik atas agenda kerja kubu Demokrat yang tidak menyinggung Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel, Barack Obama kini menunjukkan reaksinya.

Oleh karena itu, Barack Obama menuntut perubahan di agenda kerja Partai Demokrat. Ia meminta pengakuan resmi Baitul Maqdis sebagai ibukota Israel. Hal ini dilakukan Obama setelah tim sukses Mitt Romney dari kubu Republik mengkritik sang presiden karena menyinggung nama Baitul Maqdis sebagai ibukota Israel di agenda kerja partainya dan nama Tuhan.

Sementara itu, Romney seraya mengisyaratkan penambahan nama Tuhan di agenda kerja kubu Demokrat mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena posisi dan popularitas partai ini di mata warga Amerika mulai memudar.

Disebutkan bahwa sejumlah kelompok pro Israel yang menghadiri kongres kubu Demokrat mengingatkan penghapusan nama Baitul Maqdis dari agenda kerja partai ini. Mereka juga menyebutkan bahwa agenda kerja Partai Demokrat tahun 2012 terkait Republik Islam Iran juga kurang kuat dan keras. 

 

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : IRIB/IRNA
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
AS dan Dunia Islam Jalin Kerja Sama Lewat Keberagaman
JAKARTA -- Menjalin sebuah kerjasama dengan dunia islam menjadi tugas penting Shaarik H Zhafar sebagai utusan khusus Menteri luar negeri Amerika Serikat untuk...