Kamis, 06 September 2012, 22:47 WIB

HRW Dorong Pakistan Lindungi Warga Syiah

Red: Yudha Manggala P Putra
Faisal Mahmood/Reuters
 Polisi Pakistan di Islamabad.
Polisi Pakistan di Islamabad.

REPUBLIKA.CO.ID, QUETTA, PAKISTAN - Human Rights Watch (HRW) pada Kamis (6/9) mendesak Pakistan segera bertindak untuk melindungi kelompok Muslim Syiah dari peningkatan serangan oleh kelompok Sunni. Badan pengawas hak asasi manusia internasional itu menyatakan ratusan korban menjadi sasaran penyerangan sektarian pada tahun ini

"Kegagalan upaya terus menerus pemerintah untuk menangkap penyerang atau mengadili kelompok ekstremis yang mengorganisir serangan itu menunjukkan bahwa mereka bersikap acuh tak acuh terhadap kekerasan ini," kata Brad Adams, Direktur Human Rights Watch Asia, seperti dikutip AFP.

HRW menyebut adanya kelompok bersenjata seperti Lashkar-e Jhangvi (LeJ) yang telah beroperasi dengan "impunitas yang meluas" di seluruh Pakistan selama ini telah dipandang sebelah mata oleh penegak hukum.

Padahal LeJ dianggap sebagai kelompok paling ekstrim di Pakistan, yang diduga telah menyerang ratusan orang setelah kemunculannya pada awal 1990-an. Kelompok itu dilarang oleh Presiden Pervez Musharraf pada tahun 2001.

Pernyataan HRW mengenai sikap tegas pemerintah Paskistan memang bukan tanpa maksud. Mereka ingin menyoroti aparat hukum Pakistan terkait penangkapan pemimpin LeJ, Malik Ishaq, yang dituduh menewaskan puluhan orang, pada bulan lalu. 

Adams menyebut kasus Malik Ishaq sebagai sebuah "ujian penting bagi sistem peradilan pidana Pakistan".

Sumber : AFP, Antara
loading...