Kamis, 4 Syawwal 1435 / 31 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kerja Sama Sister City Semarang-Da Nang Akan Ditingkatkan

Kamis, 06 September 2012, 06:06 WIB
Komentar : 0
Antara/Andika Wahyu
   Ketua DPR RI, Marzuki Alie.
Ketua DPR RI, Marzuki Alie.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR, Marzuki Alie, meminta agar Pemerintah Vietnam meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia. Kerja sama ini, termasuk untuk peningkatan hubungan sister city antara Da Nang dengan Semarang.

Hal ini dikemukakan Marzuki saat diterima Ketua Parlemen Vietnam, Nguyen Sinh Hung yang didampingi beberapa anggota Parlemen dan pejabat negara termasuk Menteri Luar Negeri Phan Binh Minh di Government Guest House, Hanoi, kemarin.

"Kerja sama ini termasuk peningkatan hubungan bilateral antar masyarakat (people to people contact) antar kedua negara. Bisa melalui kerja sama sosial budaya, pariwisata, pertukaran pelajar dan beasiswa," ujarnya dalam pernyataan persnya yang diterima Kamis (6/9).

Kunjungan kerja Marzuki Alie ke Vietnam adalah salah satu rangkaian kunjungannya ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Usai ke Vietnam, Marzuki akan ke Thailand dan Kamboja dalam kapasitasnya sebagai Presiden ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA). Kunjungan itu adalah untuk mematangkan agenda yang akan dibahas pada Sidang Umum AIPA ke-33 di Lombok, pada 16-23 September.

Oleh karena itu, Marzuki mengundang delegasi Vietnam untuk menghadiri Sidang Umum AIPA ke-33 tersebut, karena negara itu dinilai telah berhasil menunjukkan kesuksesan dalam bidang pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Vietnam, lanjutnya, diharapkan dapat membagi pengalamannya kepada seluruh anggota AIPA.


Redaktur : Dewi Mardiani
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar