Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Cina Desak Iran Lanjutan Perundingan Soal Nuklir

Rabu, 05 September 2012, 20:35 WIB
Komentar : 0
AP
Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, saat berdiskusi tentang program nuklir negaranya.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina mendesak Iran dan Kelompok P5 +1 yang terdiri dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Perancis, Jerman, Rusia melanjutkan perundingan atas isu nuklir Iran. Pasalnya, Negeri Tirai Bambu itu percaya setiap dialog antara Iran dan P5 +1 akan memainkan peran positif.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Yang Jiechi saat konferensi pers bersama Menlu AS, Hillary Clinton, Rabu (5/9) mengatakan Cina akan melanjutkan upaya menemukan resolusi damai terkait masalah nuklir Teheran. Sedangkan oposisi Cina lebih memilih memberikan sanski sepihak terhadap Iran.

Pada 24 Juli lalu, Sekretaris Tertinggi Iran dari Dewan Keamanan Nasional (SNSC), Saeed Jalili dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, mengadakan pertemuan membahas nulir Iran di Istanbul, Turki. Namun, hingga kini, keputusan tersebut masih belum mencapai kata sepakat.

Sebelumnya AS, Israel dan beberapa negara sekutu mereka, telah berulang kali menuduh Iran melanjutkan program nuklir untuk keperluan perang. Tapi Iran berulang kali membantah tudingan tersebut.

Bahkan, negeri para mullah itu kembali menegaskan proyek nuklirnya tersebut untuk tujuan damai. Karenanya, Iran menolak menandatangani Traktat Nuklir Non-Proliferasi.

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Press TV
2.315 reads
Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim(QS Ali Imran 3)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda