Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pakistan Keluarkan 'Fatwa Haram' Polisi Gendut

Thursday, 30 August 2012, 02:10 WIB
Komentar : 1
Ilustrasi Polisi Gendut
Ilustrasi Polisi Gendut

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Kepolisian Pakistan mengeluarkan 'fatwa haram' polisi memiliki badan gendut. Para polisi berbadan gemuk diwajibkan mengurangi berat badan jika masih ingin berkarier di kepolisian.

Surat kabar setempat menyebut program itu sebagai 'perang melawan tonjolan. Kepala Kepolisian Pakistan memerintahkan puluhan ribu anak buahnya yang berbadan tambun untuk melakukan diet. Jika tidak bersedia melakukan mereka terancam di PHK.

Kepada Al Arabiya, seorang polisi Pakistan setuju dengan program tersebut. “Menurut saya peraturan baru ini benar. Saya olahraga setiap hari dan sejauh ini saya sudah turun 10 kilogram. Ini lebih baik untuk kesehatan dan penampilan kami,” katanya.

Lebih dari 50 persen polisi Punjab kelebihan berat badan. Karena itu, 175 ribu personel polisi diperintahkan mengencilkan lingkar pinggang agar tak melebihi 38 inci.

“Tujuan kami adalah untuk mereformasi mereka, memberikan mereka kesempatan yang lebih baik, karena lingkungan mereka seperti itu. Mereka tidak punya piihan lain."

"Dulu tidak ada standarnya. Tetapi kami sekarang telah menetapkan batasannya. Kami harus mengubah mereka, memberikan mereka kesempatan dan menyediakan fasilitasnya,” kata seorang anggota polisi senior kepada Al Arabiya.

Peraturan itu tak hanya berlaku kepada polisi berpangkat rendah saja, tetapi kepada para polisi senior. “Sebelumnya kami tidak memiliki waktu berolahraga, tetapi sekarang ada. Dua pekan lalu lingkar pinggang saya 40 inci sekarang turun menjadi 37,” sebut seorang anggota polisi.

Ehm.. Apakah Kepolisian Indonesia bakal meniru langkah Pakistan?

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Al-Arabiya.net
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hampir Sama dengan Sistem Pesawat, Pengemudi Truk Ini Bisa 'Selonjoran'
WASHINGTON DC -- Truk biasanya digunakan untuk mengantar barang jarak jauh. Kelelahan selalu menjadi kendala dari pengemudi truk. Akan hal itu Mercedes-Benz menciptakan...