Friday, 27 Safar 1436 / 19 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah 15 Negara Islam Terkaya di Dunia

Wednesday, 22 August 2012, 15:04 WIB
Komentar : 13
Doha Qatar
Doha Qatar

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA--Semenjak ekonomi Eropa dan AS tersendat, negara-negara di luar itu mulai memainkan peranan penting bagi perekonomian dunia. Sebut saja Cina, Brasil dan Rusia. Lantas bagaimana dengan dunia Islam saat ini.

Beruntung bagi yang memiliki dan mampu mengelola sumber daya minyak dan industri pariwisata dengan baik. Sebab, kedua sektor itu merupakan andalan utama yang membawa negara-negara Islam memiliki pendapatan perkapita mendekati negara maju, bahkan sudah ada yang melewati negara maju meski sebatas catatan pendapatan perkapita.

Seperti dikutip World Bank 2011, berikut 15 negara Islam terkaya :

1.  Qatar, pendapatan perkapita   $ 88,919 (2011)
2.  Kuwait, pendapatan perlapita  $ 54,654 (2011)
3.  Brunei, pendapatan perkapita: $ 50,506 (2010)
4.  United Arab Emirates, pendapatan perkapita $ 48,222 (2011)
5.  Oman, pendapatan perkapita $ 28.880 (2011)
6.  Arab Saudi, pendapatan perkapita $ 24.434 (2011).
7.  Bahrain, pendapatan perkapita $ 23.690 (2011).
8.  Turki, pendapatan perkapita $ 16.885 (2011).
9.  Libya, pendapatan perkapira $ 16,855 (2009)
10. Malaysia, pendapatan perkapita $ 15,589 (2011)
11. Lebanon, pendapatan perkapita  $ 14,709 (2011)
12. Kazakhstan, pendapatan perkapita $ 13,189 (2011)
13. Iran, pendapatan perkapita $  11,479 (2009)
14. Azerbaijan, pendapatan perkapita  $ 10,136 (2011)
15. Tunisia, pendapatan perkapita $ 9,415 (2011)

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Hafidz Muftisany
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...