Thursday, 18 Rajab 1436 / 07 May 2015
find us on : 
  Login |  Register

Turki: Jika Muslim yang Melakukan Pembantaian, Apa Kata Dunia?

Friday, 10 August 2012, 06:16 WIB
Komentar : 44
AP
Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu
Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu

REPUBLIKA.CO.ID, YANGOON -- Pemerintah Turki menunjukkan komitmen nyata untuk menyudahi penderitaan etnis Muslim Rohingya di Myanmar. Rombongan menteri luar negeri Turki, Ahmet Davutoglu tiba di Myanmar, Kamis (9/8) dalam kunjungan kenegaraan ke negeri yang baru terbebas dari cengkeraman junta militer itu.

Dalam lawatannya itu, Davutoglu melakukan pertemuan resmi dengan sejumlah pemimpin Myanmar. Lawatan itu juga ditujukan untuk mengawasi distribusi bantuan kemanusiaan Turki bagi pengungsi Muslim Rohingya.

Saat bertemu dengan Presiden Thein Sein, Davutoglu menyampaikan rencana Turki untuk membuka kedutaan besar di Myanmar. Thein Sein pun menyambut baik rencana tersebut dan balas menyatakan keinginannya untuk membuka kedutaan di Turki. 

Davotoglu juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan menteri luar negeri Myanmar, Wunna Maung dan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi. Sebelumnya, ia menyempatkan diri mengunjungi makam tentara-tentara Turki yang disandera Inggris dan dibawa ke Myanmar semasa Perang Dunia I. Istri Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Emine Erdogan, dan putrinya, Sumeyye Erdogan juga turut serta dalam rombongan. 

Dalam salah satu pidatonya, Emine menyatakan keprihatinan mendalam terhadap penderitaan yang dialami etnis Muslim Rohingya. "Di sebuah era di mana doktrin-doktrin Budha banyak dijadikan pedoman, sangat mengerikan melihat apa yang telah dilakukan oleh para pengikutnya di sini. Bagaimana respons komunitas internasional seandainya pembantaian ini dilakukan oleh orang-orang Muslim?' kata Emine seraya merujuk data 77 korban tewas dalam konflik antaretnis yang merundung Myanmar. 

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Hurriyet Daily News
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Penulis Ayat-Ayat Setan Salman Rushdi Bela Charlie Hebdo
WASHINGTON -- Charlie Hebdo, majalah satir Prancis mendapat penghargaan dari organisasi penulis dan redaksi internasional PEN. Keputusan ini tak luput dari kontroversi, karena...