Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Turki: Jika Muslim yang Melakukan Pembantaian, Apa Kata Dunia?

Jumat, 10 Agustus 2012, 06:16 WIB
Komentar : 44
AP
Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu
Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu

REPUBLIKA.CO.ID, YANGOON -- Pemerintah Turki menunjukkan komitmen nyata untuk menyudahi penderitaan etnis Muslim Rohingya di Myanmar. Rombongan menteri luar negeri Turki, Ahmet Davutoglu tiba di Myanmar, Kamis (9/8) dalam kunjungan kenegaraan ke negeri yang baru terbebas dari cengkeraman junta militer itu.

Dalam lawatannya itu, Davutoglu melakukan pertemuan resmi dengan sejumlah pemimpin Myanmar. Lawatan itu juga ditujukan untuk mengawasi distribusi bantuan kemanusiaan Turki bagi pengungsi Muslim Rohingya.

Saat bertemu dengan Presiden Thein Sein, Davutoglu menyampaikan rencana Turki untuk membuka kedutaan besar di Myanmar. Thein Sein pun menyambut baik rencana tersebut dan balas menyatakan keinginannya untuk membuka kedutaan di Turki. 

Davotoglu juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan menteri luar negeri Myanmar, Wunna Maung dan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi. Sebelumnya, ia menyempatkan diri mengunjungi makam tentara-tentara Turki yang disandera Inggris dan dibawa ke Myanmar semasa Perang Dunia I. Istri Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Emine Erdogan, dan putrinya, Sumeyye Erdogan juga turut serta dalam rombongan. 

Dalam salah satu pidatonya, Emine menyatakan keprihatinan mendalam terhadap penderitaan yang dialami etnis Muslim Rohingya. "Di sebuah era di mana doktrin-doktrin Budha banyak dijadikan pedoman, sangat mengerikan melihat apa yang telah dilakukan oleh para pengikutnya di sini. Bagaimana respons komunitas internasional seandainya pembantaian ini dilakukan oleh orang-orang Muslim?' kata Emine seraya merujuk data 77 korban tewas dalam konflik antaretnis yang merundung Myanmar. 

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Hurriyet Daily News
Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim(QS Ali Imran 3)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  akakaka Minggu, 12 Agustus 2012, 12:09
Bin soleh ??
  oey Sabtu, 11 Agustus 2012, 10:50
Kalau penanganan kasus rohingya bisa di proyekkan dan markupnya gede, Indonesia bisa maju paling depan...
  Steven Sabtu, 11 Agustus 2012, 08:03
Penindasan Rohingya lebih menonjol mayoritas terhadap minoritas , hal yg serupa juga sering terjadi di Indonesia, bukan persoalan akidah
  Fatah Nasikh Sabtu, 11 Agustus 2012, 02:20
Negara yang tidak mengakui Allah dan Rasul-Nya, serta berbuat kerusakan dan kemungkaran di muka bumi, niscaya akan mendapat balasan setimpal baik di dunia maupun akhirat.
  Guru Cool Jumat, 10 Agustus 2012, 19:30
Hanya dengan mempunyai negara Islam, umat muslim bisa terhindar dari kezaliman. Andai ini terjadi pada 300an tahun yang lalu. Negara miyanmar akan telah menjadi abu karena Daulah Islam yang menuntut balas...