Ahad, 29 Juli 2012, 10:02 WIB

Pemimpin Oposisi Suriah Desak Tindakan Internasional soal Aleppo

Red: Didi Purwadi
AFP
Sebuah tank yang hancur milik pasukan Suriah masih berada di sebuah jalan di Atareb, provinsi Aleppo.
Sebuah tank yang hancur milik pasukan Suriah masih berada di sebuah jalan di Atareb, provinsi Aleppo.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Pemimpin Dewan Nasional Suriah (SNC) --kelompok payung utama bagi kelompok penentang Presiden Bashar al-Assad-- mengatakan sekutu SNC di luar negeri akan bertanggung-jawab atas pertumpahan di Kota Aleppo. Itu kalau mereka tak segera bertindak guna mencegahnya.

"Sekutu dan teman kami akan memikul tanggung jawab atas apa yang terjadi di Aleppo jika mereka tak bertindak segera," kata Abdelbasset Sida, yang sedang mengunjungi Uni Emirat Arab untuk pembicaraan dengan pejabat negara Arab itu, pada taklimat Ahad pagi.

Ketika ditanya bagaimana sekutu SNC bisa membantu, Sida mengatakan mereka harus bertindak di luar Dewan Keamanan PBB. Sebab, semua gagasan di dalam Dewan Keamanan PBB bisa diveto.

Rusia telah menghalangi upaya untuk mengancam Bashar dengan sanksi PBB. "Setiap tindakan harus dilakukan di luar Dewan Keamanan melalui gagasan Liga Arab dan melalui resolusi yang disahkan oleh Sidang Majelis Umum," katanya.

Pada Sabtu, beberapa helikopter militer Suriah menyerang satu wilayah yang dikuasai gerilyawan di Aleppo. Satuan lapis baja mengambil posisi untuk melancarkan serangan terhadap kota terbesar di Suriah tersebut. Demikian kata beberapa sumber oposisi.

Sumber : Antara/Reuters