Kamis, 25 Syawwal 1435 / 21 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Petinggi Bank Dunia akan Sambangi Myanmar

Minggu, 29 Juli 2012, 08:23 WIB
Komentar : 0
Bank Dunia
Bank Dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Bank Dunia Regional Asia Timur dan Pasifik, Pamela Cox, akan mengunjungi Myanmar pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2012. Kunjuannya dalam rangka untuk membuka kantor perwakilan di negara yang tengah melaksanakan reformasi itu.

Siaran pers Bank Dunia yang diterima di Jakarta, Ahad, menyebutkan Pamela Cox akan bertemu dengan pejabat senior dan mitra pembangunan Myanmar untuk mendiskusikan cara mendukung reformasi guna meningkatkan kesejahteraan rakyat Myanmar. Itu terutama penduduk miskin dan rentan.

Kunjungan itu merupakan kunjungan pertama jajaran manajemen senior Bank Dunia ke negara tersebut sejak pemerintahan Myanmar baru terbentuk dan menjalani reformasi baik di bidang ekonomi maupun politik.

Sebelumnya Wakil Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB), Stephen Groff, berkunjung ke Myanmar pada akhir Juni 2012. Itu merupakan kunjungan perwakilan senior ADB yang pertama kali sejak reformasi digulirkan.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Simpatisan Prabowo-Hatta: Hasil MK Tak Sesuai Harapan, Kita Terus Berjuang
JAKARTA -- Massa pendukung Prabowo-Hatta berdatangan menuju Mahkamah Konstitusi (MK). Irfan Sanusi selaku koordinator massa mengaku tujuan mereka datang adalah untuk mengawal keputusan...