Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muslim Rohingya Ditindas, Suu Kyi Diam Saja

Sunday, 29 July 2012, 05:28 WIB
Komentar : 19
AP
Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pejuang demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, menuai kritik dari sejumlah organisasi penggiat hak asasi manusia. Itu terjadi lantaran peraih hadiah nobel perdamaian ini memilih diam menghadapi kebijakan Presiden Thein Sein dalam kasus penindasan etnis Rohingya.

Seperti dilansir Telegraph, Suu Kyi dikritik sengaja menghindar mengomentari isu yang telah berlangsung selama delapan pekan di negeri Rakhine, Myanmar barat.

Ratusan orang dilaporkan tewas dan puluhan ribu lagi penduduk terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Laporan lain menyatakan pihak militer memukul, mengancam dan membunuh etnis Rohingya.

"Ini sangat mengecewakan. Dia dalam posisi sulit. Tapi, rakyat dikecewakan karena dia tidak bersuara lebih keras," kata Anna Roberts, Direktur Eksekutif Burma Campaign, di Inggris.

Direktur Human Rights Watch untuk Asia, Brad Adams, juga menyesalkan sikap Suu Kyi yang justru bergeming dan tidak mau berbicara soal Rohingya. Terutama saat dia berkunjung ke London, Dublin, Paris, dan Oslo. "Suu Kyi melepaskan peluang untuk membangkitkan isu mengenai HAM," katanya.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : www.irib.ir
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...