Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bentrokan di Myanmar Utara, 800 Ribu Orang Mengungsi

Sabtu, 28 Juli 2012, 10:38 WIB
Komentar : 8
Andrew Biraj/Reuters
Pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar di Teknaf, kota perbatasan Bangladesh.
Pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar di Teknaf, kota perbatasan Bangladesh.

REPUBLIKA.CO.ID,  JENEWA -- Sekitar 80.000 orang diperkirakan akan mengungsi karena bentrokan antar-kelompok baru-baru ini di negara bagian Rakhine utara Myanmar, kata Badan Pengungsi PBB (UNHCR), Jumat (27/7).

Juru bicara UNHCR Andrej Mahecic mengatakan kepada wartawan bahwa lebih dari 30.000 Orang-Orang Terlantar Internal (IDPs) telah menerima bantuan. Organisasi-organisasi darurat dan pemerintah telah mulai membangun tempat penampungan pengungsi di beberapa kamp-kamp.

Mahecic juga menyatakan keprihatinan atas tiga anggota staf UNHCR yang telah ditahan di negara bagian Rakhine.
Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Navi Pillay pada Jumat juga menyatakan keprihatinan serius atas pelanggaran hak asasi manusia yang sedang berlangsung di Myanmar, dan menyerukan penyelidikan cepat dan independen.

Kekerasan dipicu antara etnis Rakhine Buddha dan etnis Rohingya Muslim di Taungup di negara bagian Rakhine setelah seorang wanita Buddhis diperkosa dan dibunuh pada 28 Mei. Menurut angka resmi, kekerasan di kawasan itu telah merenggut sedikitnya 78 jiwa sejauh ini.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  adi surya Senin, 30 Juli 2012, 21:23
semua harusnya kita prihatin, yang maju dan bicara lantang mestinya Indonesia, sbg pemimpin Asean dan penduduk muslim terbesar, diam2 aja, apa biarkan saja sukarelawan perang yg maju. Drpd tungguin sikap pemerintah yg lelet dan penakut.
  toeti Senin, 30 Juli 2012, 09:37
Myanmar HARUS DIKELUARKAN dari keanggotaan ASEAN bila terus membunuhi penduduk yg beragama Islam disana,bila perlu TOLAK KEDATANGAN warga Myanmar ke Indonesia unt beribadah.Untuk Suu Kyi,dengan sangat menyesal,saya HARUS MENCABUT semua kekaguman saya padamu.
  wahyu wibowo Senin, 30 Juli 2012, 06:10
kenapa kalo islam dikait kaitkan teroris,tapi giliran orang islam di bantai amerika,pbb,negara eropa pada diam ga ada suaranya,aneh
  nDeboost Minggu, 29 Juli 2012, 17:21
Dulu saat Myanmar diterpa Badai, hampir tidak ada bantuan internasional yg boleh masuk sehingga membuat rakyatnya tersia-sia.
  dsudsn Minggu, 29 Juli 2012, 14:38
mana FPI mana....mana.. tu bela islam tu. di tindas.