Jumat, 27 Safar 1436 / 19 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Pembantaian Muslim Rohingya Bertujuan Melawan Islam'

Sabtu, 28 Juli 2012, 08:55 WIB
Komentar : 42
nytimes
Muslim Rohingya
Muslim Rohingya

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN---Imam pengganti Shalat Jumat di Teheran, Ayatollah Mohammad Emami Kashani, saat merujuk kepada pembantaian baru-baru ini atas orang Muslim di Myanmar, mengatakan semua kejahatan terhadap umat Muslim bertujuan melawan Islam dan gelombang kebangkitan Islam.

Dalam khutbah Jumat di Teheran, ia mengatakan, "Kita terikat kewajiban yang, menurut wejangan Pemimpin Spiritual Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, rakyat Iran mesti bergerak ke arah sistem kehakiman di dunia, harapan dan idealisme realistis kemanusiaan."

Saat merujuk kepada kebangkitan Islam dan aksi perlawanan umat Muslim di banyak negara, termasuk di Bahrain, khatib Shalat Jumat di Teheran tersebut mengatakan mereka membunuh orang Muslim yang tak berdosa untuk melawan Islam, kebangkitan Islam dan Republik Islam.

Ayatollah Kashani menunjuk pada kenyataan bahwa musuh telah mengepung rakyat suriah dan menyampaikan harapan rakyat Suriah akan terbebas dari rencana yang disusun oleh musuh mereka.

Sementara itu ribuan warga Iran, setelah Shalat Jumat di Teheran, berpawai untuk mendukung umat Muslim Myanmar, yang dibantai.

Warga Iran di berbagai kota besar negeri tersebut juga berpawai untuk mendukung umat Muslim Myanmar --yang dikenal dengan nama Rohingya-- setelah Shalat Jumat di kota tempat tinggal mereka.

Mereka membawa selebaran dan spanduk yang mengutuk pembantaian umat Muslim yang tak berdosa di Myanmar tersebut. Mereka menyeru berbagai organisasi internasional agar mengutuk tindakan itu.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...