Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Pembantaian Muslim Rohingya Bertujuan Melawan Islam'

Sabtu, 28 Juli 2012, 08:55 WIB
Komentar : 42
nytimes
Muslim Rohingya
Muslim Rohingya

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN---Imam pengganti Shalat Jumat di Teheran, Ayatollah Mohammad Emami Kashani, saat merujuk kepada pembantaian baru-baru ini atas orang Muslim di Myanmar, mengatakan semua kejahatan terhadap umat Muslim bertujuan melawan Islam dan gelombang kebangkitan Islam.

Dalam khutbah Jumat di Teheran, ia mengatakan, "Kita terikat kewajiban yang, menurut wejangan Pemimpin Spiritual Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, rakyat Iran mesti bergerak ke arah sistem kehakiman di dunia, harapan dan idealisme realistis kemanusiaan."

Saat merujuk kepada kebangkitan Islam dan aksi perlawanan umat Muslim di banyak negara, termasuk di Bahrain, khatib Shalat Jumat di Teheran tersebut mengatakan mereka membunuh orang Muslim yang tak berdosa untuk melawan Islam, kebangkitan Islam dan Republik Islam.

Ayatollah Kashani menunjuk pada kenyataan bahwa musuh telah mengepung rakyat suriah dan menyampaikan harapan rakyat Suriah akan terbebas dari rencana yang disusun oleh musuh mereka.

Sementara itu ribuan warga Iran, setelah Shalat Jumat di Teheran, berpawai untuk mendukung umat Muslim Myanmar, yang dibantai.

Warga Iran di berbagai kota besar negeri tersebut juga berpawai untuk mendukung umat Muslim Myanmar --yang dikenal dengan nama Rohingya-- setelah Shalat Jumat di kota tempat tinggal mereka.

Mereka membawa selebaran dan spanduk yang mengutuk pembantaian umat Muslim yang tak berdosa di Myanmar tersebut. Mereka menyeru berbagai organisasi internasional agar mengutuk tindakan itu.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  kamaruddin abdullah Senin, 14 Januari 2013, 14:34
DASAR biksu setan ? tunggu azab ALLAH .kebangkitan islam akan datang dan imam mahdi akan turun ke dunia fana ini tunggu saja.
  yunie Selasa, 18 September 2012, 17:36
God will help
  chipruz subang Senin, 27 Agustus 2012, 09:14
musnahkan para syetan, iblis, di MYANMAR.....alllooooohu akbar,,
  dimas aditya Kamis, 16 Agustus 2012, 21:42
allah pastidak akan pernah mengampuni orang yang menentang muslim,,
  ferry Selasa, 14 Agustus 2012, 19:42
Pertikaian ini terjadi karena etnis Rohingya dianggap imigran gelap di Myanmar. Jangan dikait-kaitkan dengan agama, karena hanya akan memperkeruh keadaan!

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...