Kamis, 27 Ramadhan 1435 / 24 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sibuk Perang, Inilah Karma untuk AS

Sabtu, 28 Juli 2012, 08:43 WIB
Komentar : 11
Erich Schlegel/AP
  Pasukan militer Amerika di Fort Hood, Texas.
Pasukan militer Amerika di Fort Hood, Texas.

REPUBLIKA.CO.ID, Seorang analis Amerika menyebutkan, ketika Washington sibuk mengorbankan darah dan dana untuk sesuatu yang disebutkan perang melawan terorisme, AS justru menghadapi masalah dari dalam negerinya sendiri akibat kejahatan senjata dan perlindungan kesehatan yang tak memadai. 

''Penembakan di Aurora adalah indikasi sakitnya negara ini akibat pelanggaran senjata dan kekerasan. Tragedi ini juga mengungkap hal lain yaitu penyangkalan nasional yang berujung pada ancaman untuk kita semua,'' ujar Michael Cohen, analis politik Amerika, di situs The Guardian.

Menurut dia, kelompok liberal dan konservatif AS terus saja berselisih di urusan politik sementara aturan soal pengendalian senjata yang tak terkendali justru seperti jalan di tempat. ''Sekarang bayangkan jika skenario yang muncul beda. Bayangkan jika si pelaku adalah orang yang terlatih dan berasal dari Pakistan atau Yaman. Bagaimana reaksi terhadap kejadian ini? Sepertinya tak sulit untuk dibayangkan,'' kata Cohen.

Cohen juga mengingatkan bahwa sebagian besar warga AS meninggal dengan satu dari empat penyebab ini di antaranya sakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit paru kronis. Tiap penyakit ini dipicu oleh sejumlah faktor seperti merokok, diet, kurang aktivitas fisik, dan alkohol.

Dia melanjutkan, situasi ini adalah akibat dari kegagalan bukan hanya dari para pemimpin politik tetapi juga kegagalan sistem politik. ''Namun, apa pun alasannya, hasilnya sama karena seperti diungkap pula oleh calon presiden Mitt Romney, satu negara yang menganggap dirinya kekuatan terbesar di dunia namun faktanya mereka membusuk dari dalam karena tak mampu mengatasi penyakit dari dalam tubuhnya sendiri,'' papar Cohen. 

 

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Press TV
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...