Sabtu, 28 Safar 1436 / 20 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bila Oposisi Suriah Berani Serang Pelabuhan, Inilah Tindakan Tegas Rusia

Sabtu, 28 Juli 2012, 08:13 WIB
Komentar : 6
AP
Militer Rusia saat menggelar operasi militer di wilayah Kaukasus Utara.
Militer Rusia saat menggelar operasi militer di wilayah Kaukasus Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, Staf komando militer Rusia memperingatkan kelompok bersenjata anti pemerintah Suriah bahwa jika kelompok ini berani menyerang pelabuhan Tartus maka militer Rusia akan melakukan balasan.

Seperti dilaporkan IRNA mengutip situs Jihan dari Moskow, juru bicara staf militer Rusia mengataka, pasukan negara ini memiliki kesiapan untuk menjaga pelabuhan Tartus Suriah.

Ia menandaskan kepada kelompok anti pemerintah Suriah untuk tidak melakukan langkah brutal, karena jika ada ancaman terhadap pelabuhan Tartus maka mereka akan memberikan jawaban. Pasukan Suriah telah melakukan penjagaan di pangkalan Tartus. Rusia baru-baru ini mengirim sepuluh kapal perangnya ke laut Mediterania.

Kelompok teroris Suriah sejak Maret 2011 dengan dukungan Amerika Serikat, Qatar, Arab Saudi dan Turki mengobarkan kerusuhan di sejumlah kota Suriah. Hal ini mereka tempuh untuk mendeskriditkan Damaskus serta membuka peluang intervensi militer asing ke negara ini.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : IRIB/IRNA
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...