Sunday, 16 Rajab 1434 / 26 May 2013
find us on : 
  Login |  Register

DPR: Kekerasan ke Rohingya Mengarah Pembersihan Etnis

Thursday, 26 July 2012, 15:19 WIB
Komentar : 3
 Sejumlah massa melakukan aksi damai menyerukan penghentian penindasan etnis minoritas Rohingya di Bundaran HI, Jakarta, Kamis (26/7). (Tahta Aidilla/Republika)
Sejumlah massa melakukan aksi damai menyerukan penghentian penindasan etnis minoritas Rohingya di Bundaran HI, Jakarta, Kamis (26/7). (Tahta Aidilla/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, menilai, tindakan kekerasan yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingya sudah mengarah ke pembersihan etnis. Tindakan ini diperkirakannya akan terus berlanjut, kecuali pemerintah Myanmar mau membuka kebijakan politik.

''(Kebijakan politiknya) Yaitu untuk menerima mereka sebagai bagian dari warga muslim Arakan dan bagian dari warga negara Myanmar. Lalu segala bentuk diskriminasi dihentikan,'' kata Mahfudz kepada wartawan, Kamis (26/7).

Jika hal ini dilakukan, lanjutnya, maka Myanmar akan mencatat capaian besar dalam proses demokratisasi yang tengah dijalankan. Myanmar juga bakal menjadi pijakan sangat penting dalam mengelola pluralisme secara demokratis di Myanmar.

Selama ini, Mahhfudz menilai, pemerintah Myanmar telah melakukan pengabaian terhadap nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan. ''Itu artinya, semua unsur di Myanmar bertanggung jawab terhadap ethnic cleansing yang sedang dan terus terjadi,'' papar Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Reporter : Mansyur Faqih
Redaktur : Dewi Mardiani
4.099 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  azip Tuesday, 8 January 2013, 07:16
pemerintah myanmar tak toleransi dan melukai, masih pantaskah duduk sebagai anggota asean.
  Rakyat Indo yang Miskin Uang dan Politik. Friday, 27 July 2012, 21:00
Kasihan Rohingya, Indonesia mayoritas Muslim tidak bisa dan tidak mampu bantu mereka yang Muslim juga.
  nyai_orange94 Friday, 27 July 2012, 18:12
sangat nyata balasan bagi org" yg zhalim terhadap kaum muslim adalah neraka paling pedih..,saudara muslimin rohingya mati syahid...allahuakbar...
  rachmanto Friday, 27 July 2012, 08:36
sungguh beruntung...hidup orang non muslim...dilingkungan yang bermayoritas orangnya muslim...mereka tidak akan dianiaya dan hidup tenang...ingat di sini orang beragama BUDHA juga ada...
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Cukup 90 Hari, Cina Bangun Tower Tertinggi di Dunia
CHANGSA--Rencana perusahaan Cina, Broad untuk membuat gedung tertinggi di dunia dalam waktu tiga bulan saja bukanlah isapan jempol belaka. Rencana itu...